Sabtu, April 18, 2026
spot_img

PKBM Bangkit Mandiri Ciawigebang, Wadah Alternatif Pendidikan Kesetaraan di Kabupaten Kuningan

Kuningan, rajawalinews.online – Di tengah masih tingginya kebutuhan pendidikan nonformal di Kabupaten Kuningan, keberadaan PKBM Bangkit Mandiri di Desa Ciawigebang menjadi salah satu alternatif yang terus menunjukkan kiprah. Lembaga ini menyediakan layanan pendidikan kesetaraan bagi warga yang belum menyelesaikan jenjang SMP dan SMA.

PKBM Bangkit Mandiri beralamat di Jalan Gunung Cina, Dusun Manis RT 002/RW 005, Desa Ciawigebang, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Berdiri sejak tahun 2020 berdasarkan SK Pendirian Nomor 46 tanggal 23 April 2020, lembaga ini memperoleh izin operasional resmi pada 12 April 2023.

Dalam pelaksanaannya, PKBM ini mengadopsi Kurikulum Merdeka, yang menekankan pada kebebasan belajar, penguatan karakter, dan pendekatan berbasis projek. Hal ini menjadi nilai lebih dalam mendukung proses belajar yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang beragam.
Saat ini, PKBM Bangkit Mandiri telah mengantongi status Akreditasi B, yang berlaku hingga tahun 2028.

Penilaian akreditasi ini mencerminkan bahwa lembaga telah memenuhi sejumlah standar minimal dalam aspek manajemen, pembelajaran, serta keterlibatan masyarakat.

Dalam sistem Dapodik, lembaga ini terdaftar dengan NPSN P9996315, dan tercatat memiliki beberapa rombongan belajar aktif, khususnya pada jenjang Paket C (setara SMA). Guru-guru yang mengajar berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, sebagian besar berkualifikasi S1, dan beberapa telah bersertifikasi.

Meski masih terbatas dalam hal sarana-prasarana, kegiatan belajar tetap berjalan dengan dukungan masyarakat dan komitmen penyelenggara. Warga belajar berasal dari berbagai kalangan usia, yang rata-rata tidak dapat mengakses pendidikan formal karena keterbatasan ekonomi, waktu, atau lokasi.

Ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (05/07/2025), Ketua Yayasan Bangkit Mandiri, Iwan Kustiwan, S.Pd., menyampaikan bahwa PKBM ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang terjangkau dan fleksibel.

“Kami ingin memberikan ruang bagi siapa saja yang ingin menyelesaikan pendidikan tanpa merasa terbebani secara usia atau waktu. Pendidikan adalah hak, dan kami berusaha menjembatani itu,” ujarnya.

PKBM Bangkit Mandiri juga beberapa kali bekerja sama dengan pemerintahan desa dan tokoh masyarakat untuk kegiatan pelatihan keterampilan dan pembinaan karakter, sebagai bagian dari pendekatan pendidikan berbasis komunitas.

Dengan pendekatan yang inklusif dan fleksibel, PKBM ini telah menjadi jembatan bagi banyak warga yang ingin menyelesaikan pendidikan wajib 12 tahun tanpa harus kembali ke jalur sekolah formal. (GUNTUR – Kaperwil Jabar)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!