Muara Enim, rajawalinews.online
Miris limbah MBG berserakan di sungai, di duga limbah tersebut sengaja dibuang oleh pemilik dapur MBG atau SPPG di desa Tanjung Kemala kecamatan lubai Ilir kabupaten Muara Enim
Kegiatan membuang sampah di sungai jembatan 2 tersebut sering kali terlihat oleh masyarakat, bahkan pernah ditegur oleh salah satu masyarakat yang melihat oknum dapur MBG membuang sampah di sungai itu ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya
LIPERNAS PD kabupaten Muara Enim mendesak aparat penegak hukum beserta dinas lingkungan hidup baik itu provinsi atau pun kabupaten agar dapat menindak tegas salah satu dapur yang ada di desa Tanjung Kemala kecamatan lubai Ilir,
LIPERNAS berharap dan mendesak kepala BGN provinsi dan kabupaten agar menindaklanjuti pembuangan limbah dapur MBG tersebut yang menimbulkan dampak positif bagi kesehatan masyarakat
Sangat disayangkan anggaran miliaran rupiah untuk pengadaan dapur SPPG atau MBG tidak ada IPAL pembuangan sampah
Ketua dan wakil ketua lipernas PD kabupaten Muara Enim akan melaporkan kejadian pembuangan limbah sampah dapur mbg yang berada di desa Tanjung Kemala ke dinas lingkungan hidup,
Lembaga lepernas PD kabupaten Muara Enim mendesak badan gizi nasional bgn agar segera menindaklanjuti dapur mbg yang bermasalah di desa Tanjung Kemala kecamatan lubai Ilir kabupaten Muara Enim agar diberikan sanksi tegas ataupun penutupan dapur yang bermasalah, pungkas Rusmin.
Saat dikonfirmasi oleh ketua lipernas PD kabupaten Muara Enim, pengelola dan pengurus dapur mbg desa Tanjung Kemala menjelaskan bahwa memang benar sampah dapur mbg yang kami kelola, bahkan dirinya menuturkan sudah berkoordinasi dan bekerja sama ke kardus setempat untuk mengelola dan membuang sampah di TPU milik pak Kadus, bahkan dirinya menjelaskan sampah hasil kerjasama antara dapur mbg dan kadus, pihak mbg membayar uang rp150.000 per hari untuk mengangkut sampah limbah dari dapur mbg milik pak Kris dan pak Sailin sebagai mitra BGN,
Mendapati informasi mengenai limbah sampah dari dapur mbg miliknya, pak Kris dan pak Sailin sangat kecewa terhadap kerjasama yang mereka buat kepada pak Kadus. Ujarnya dengan nada kecewa
Red.


