Sumsel, Rajawali News— Pengelolaan dan Penatausahaan Persediaan serta Beban Persediaan Belum
Memadai
Pemprov Sumatera Selatan pada Neraca per 31 Desember 2025 (audited)
menyajikan nilai Persediaan sebesar Rp116.760.085.299,38. Nilai tersebut
mengalami kenaikan sebesar Rp40.199.703.729,55 atau 52,51% dibandingkan
dengan Persediaan per 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp76.560.381.569,83.
Laporan Operasional Tahun 2025 (audited) menyajikan Beban Barang Pakai Habis
sebesar Rp943.446.634.186,89.
LRA Pemprov Sumatera Selatan Tahun 2025 (audited) menyajikan nilai
anggaran Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp2.428.156.911.406,00 dan
merealisasikannya sebesar Rp2.226.023.792.567,23 atau 91,68% dari anggaran.
Realisasi tersebut di antaranya merupakan realisasi Belanja Barang Pakai Habis yang
menghasilkan Persediaan sejumlah Rp523.386.278.319,50.
Penelusuran atas saldo Persediaan, Beban Persediaan, dan Belanja Barang
delapan SKPD menyajikan saldo Persediaan dan Beban Persediaan Tahun 2025 pada
CaLK sebagaimana pada tabel berikut.Hasil pemeriksaan persediaan atas laporan stock opname, kartu stok barang, perincian
Belanja Pakai Habis, dan keterangan dari pengurus barang pada delapan SKPD
menunjukkan bahwa pengelolaan dan penatausahaan Persediaan belum memadai,
dengan perincian permasalahan sebagai berikut.
(red)


