Rabu, April 15, 2026
spot_img

SEPULTURA: Rakyat Bangkit, Sepuluh Tuntutan Mengguncang Rezim Oligarki

Rajawali News 1 September 2025- menjadi penanda babak baru perlawanan rakyat. Dari Sabang sampai Merauke, jalanan dipenuhi suara lantang mahasiswa, buruh, petani, ojol, hingga masyarakat kecil yang selama ini dipinggirkan. Mereka turun ke jalan bukan sekadar berdemo, tapi menegaskan perlawanan terhadap rezim yang dianggap kian jauh dari cita-cita reformasi dan keadilan sosial.

Aksi ini dikenal dengan nama SEPULUH TUNTUTAN RAKYAT UNTUK INDONESIA (SEPULTURA). Isinya jelas:

Copot Kapolri yang gagal mereformasi institusi penuh kekerasan.

Batalkan RUU kenaikan gaji DPR yang serakah.

Tolak RUU KUHAP 2025 yang disebut mengancam demokrasi dan kebebasan sipil.

Segera sahkan RUU Perampasan Aset Koruptor.

Adili Jokowi dan makzulkan Gibran secara transparan.

Batalkan kenaikan pajak dan iuran BPJS yang mencekik rakyat.

Reshuffle kabinet, copot menteri, pejabat BUMN, dan anggota DPR yang bermasalah.

Rebut kembali kekayaan alam dari tangan mafia oligarki.

Kembali ke UUD 1945 asli lewat Dekrit Presiden.

Laksanakan Rembuk Nasional dan hentikan diskriminasi politik-ekonomi terhadap rakyat yang berbeda pendapat.

Di berbagai kota, spanduk bertuliskan “Rakyat Bersatu Lawan Oligarki” dan “Reformasi Dikhianati, Saatnya Perlawanan!” berkibar melawan barisan aparat yang berlapis.

Gerakan ini bukan lagi sekadar suara mahasiswa, tapi suara rakyat dari berbagai lapisan yang muak dengan politik transaksional, aparat represif, dan elit yang hanya mengurus perut sendiri.

Hari ini, rakyat mengirim pesan keras: Indonesia bukan milik oligarki, Indonesia milik rakyat!
(red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!