Sabtu, Mei 2, 2026
spot_img

Ganisa Gaungkan Perang Melawan Narkotika di Hari Pendidikan Nasional, Komitmen Tak Boleh Sekadar Seremonial

Bekasi, Rajawali News— Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 dimanfaatkan Yayasan Ganisa (Gerakan Anti Narkotika Indonesia) sebagai momentum mempertegas komitmen perang terhadap penyalahgunaan narkotika, khususnya di lingkungan pendidikan. Namun di balik seremoni ucapan selamat, muncul pertanyaan kritis: sejauh mana gerakan ini benar-benar berdampak di lapangan?

Ketua Umum Ganisa, Sunardi Lintang, dalam pernyataannya menegaskan bahwa dunia pendidikan saat ini berada dalam ancaman serius infiltrasi narkotika yang menyasar generasi muda. Ia menyebut bahwa sekolah dan kampus tidak lagi steril dari peredaran gelap narkoba.

“Hardiknas bukan sekadar perayaan, tetapi refleksi. Jika generasi pelajar kita dirusak narkotika, maka masa depan bangsa dipertaruhkan,” tegas Sunardi.
Berdasarkan penelusuran dan sejumlah data yang dihimpun dari berbagai sumber, kasus penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Modus peredaran pun semakin canggih, mulai dari penyamaran dalam bentuk makanan hingga transaksi melalui platform digital.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Ganisa mengklaim telah melakukan berbagai program penyuluhan dan edukasi, namun efektivitasnya masih menjadi sorotan. Beberapa pihak menilai kegiatan sosialisasi kerap bersifat seremonial tanpa pengawasan berkelanjutan.
Investigasi di sejumlah wilayah menunjukkan bahwa masih banyak sekolah yang belum memiliki sistem pencegahan yang kuat. Bahkan, tidak sedikit yang belum menjalin kerja sama aktif dengan lembaga anti-narkotika atau aparat penegak hukum.

Sunardi Lintang menanggapi hal ini dengan menyatakan bahwa pihaknya terus mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah, aparat, dan institusi pendidikan. Namun ia juga mengakui bahwa tantangan terbesar adalah kurangnya kesadaran dan konsistensi di tingkat implementasi.

“Gerakan ini tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada keberanian semua pihak, termasuk sekolah dan orang tua, untuk terbuka dan bertindak,” ujarnya.
Momentum Hardiknas 2026 ini menjadi pengingat bahwa ancaman narkotika di dunia pendidikan bukan isu pinggiran. Tanpa langkah konkret, terukur, dan berkelanjutan, slogan “perang terhadap narkoba” berisiko hanya menjadi retorika tahunan tanpa perubahan nyata di lapangan.

Ganisa kini berada di titik krusial: apakah mampu membuktikan diri sebagai garda terdepan penyelamat generasi, atau sekadar menjadi bagian dari deretan organisasi dengan gaung besar namun minim dampak.

(Am)

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!