Kuningan, Rajawalinews.online – Arunika kini telah berdiri dan beroperasi. Aktivitas wisata berjalan, pengunjung datang silih berganti, dan pengembangan kawasan terus berlangsung. Pada fase inilah peta geologi menjadi semakin relevan, bukan sebagai dokumen akademik, melainkan sebagai alarm keselamatan jangka panjang.
Ketika kawasan wisata di lereng vulkanik terus berkembang, perubahan bentang alam tidak lagi bersifat statis. Penambahan fasilitas, perluasan area, pembuatan jalur baru, serta peningkatan beban bangunan dapat mengubah kondisi lereng secara bertahap.
Peta geologi menunjukkan bahwa kawasan Arunika berada di wilayah yang :
- Tersusun oleh batuan vulkanik rapuh.
- Berada di zona pengaruh struktur patahan.
- Memiliki aktivitas air bawah tanah yang signifikan.
Kondisi tersebut secara ilmiah menuntut adanya kajian geoteknik rinci dan mitigasi berkelanjutan, bukan hanya pada tahap awal pembangunan, tetapi juga sepanjang masa operasional dan pengembangan.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah sejauh mana peta geologi dan kajian teknis ini dijadikan rujukan dalam pengembangan lanjutan Arunika. Apakah risiko geologi dibaca sebagai bagian integral dari perencanaan, atau hanya menjadi catatan teknis yang terpisah dari pengambilan keputusan?
Isu ini tidak semata-mata menyangkut Arunika sebagai destinasi wisata, tetapi juga menyentuh keselamatan publik dan keberlanjutan lingkungan di kawasan lereng Gunung Ciremai. Ketika pembangunan berlangsung di atas sistem alam yang sensitif, kelalaian dalam mitigasi bukan hanya berdampak lokal, tetapi dapat menjalar ke wilayah di bawahnya.
Peta geologi Gunung Ciremai tidak menyatakan kesalahan atau pelanggaran. Namun ia dengan tegas menunjukkan bahwa kawasan Arunika memiliki karakter geologi tertentu yang memerlukan kajian teknis dan mitigasi khusus. Ketika pembangunan telah terjadi dan pengembangan terus berjalan, pesan peta ini menjadi semakin relevan.
Bagi publik, peta geologi bukan sekadar gambar berwarna, melainkan peringatan ilmiah bahwa keindahan alam dan aktivitas wisata berdiri di atas sistem alam yang harus dipahami dan dikelola dengan penuh tanggung jawab. (GUNTUR – Kaperwil Jabar)


