Sabtu, April 18, 2026
spot_img

Warga Lengkong Desak Penutupan Kegiatan Bank Emok Usai Dugaan Kekerasan oleh Kolektor

KUNINGAN – RAJAWALINEWS.ONLINE,- Keresahan masyarakat Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, memuncak setelah dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seorang kolektor bank emok terhadap warga bernama Saenah (45). Peristiwa tersebut memicu gelombang protes warga, yang kini menuntut penghentian seluruh aktivitas bank emok atau rentenir berkedok koperasi di wilayah mereka.

Insiden dugaan pemukulan terjadi sekitar pukul 18.00, sepuluh hari lalu, di kediaman korban. Menurut keterangan warga, pemukulan dilakukan karena korban belum mampu membayar cicilan yang ditagih oleh pihak kolektor.
“Korban telah menjalani visum di Puskesmas Garawangi atas luka memar yang dialaminya. Hari ini kami akan mendampingi beliau untuk melaporkan kasus ini ke Polsek Garawangi,” ujar Samsudin, salah satu tokoh warga Desa Lengkong, Kamis (29/5/2025), seperti dikutip dari edukadi.com.

Lebih lanjut, Samsudin menuturkan bahwa arogansi sejumlah oknum yang menjalankan praktik bank emok sudah lama menjadi perhatian masyarakat. Namun, kasus yang menimpa Aminah menjadi pemicu sikap tegas warga.
“Warga sudah sepakat, mulai saat ini kami tidak mengizinkan aktivitas bank emok atau rentenir di Desa Lengkong. Selain meresahkan, praktik riba ini bertentangan dengan ajaran agama yang kami anut,” tegasnya.

Masyarakat Lengkong, yang dikenal religius dan menjunjung nilai-nilai keadilan sosial, menilai keberadaan bank emok semakin membebani ekonomi warga, terutama kalangan menengah ke bawah. Kini, warga menanti respons tegas dari pihak berwenang terhadap laporan yang akan diajukan.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa praktik keuangan informal yang tak diawasi secara ketat bisa berujung pada dampak sosial dan kemanusiaan yang serius. (Red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!