Kamis, Mei 21, 2026
spot_img

Volvo FH 16 Tiba-Tiba Mati di KM 40, Trailer Rebah dan Tumpahkan Batubara — Insiden di Area PT SIS Tabalong Picu Sorotan Soal Kelaikan Unit

TABALONG, KALSEL – Insiden kecelakaan kerja kembali terjadi di jalur hauling batubara wilayah operasional PT Saptaindra Sejati (SIS) / PT Alamtri Adaro Service, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 21.40 WITA.
Satu unit Volvo FH 16 HT 347 ST140-0302 dilaporkan mengalami mati mesin secara tiba-tiba saat melintas di KM 40 Kosongan dalam perjalanan dari ROM 9 menuju Kelanis. Akibatnya, operator kehilangan kendali dan unit trailer bermuatan kosong tersebut menabrak tanggul hingga rebah ke sisi kiri jalan hauling.
Operator yang terlibat diketahui bernama Satriano Subuhayadi (36), karyawan tetap PT SIS dengan jabatan Operator Trailer dan masa kerja empat tahun. Berdasarkan laporan awal, mesin dan power unit mendadak mati saat kendaraan melaju, sehingga sistem kendali tidak berfungsi optimal. Unit kemudian bergerak tanpa kontrol sebelum akhirnya menghantam tanggul.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Operator berhasil menyelamatkan diri dengan keluar melalui pintu sebelah kanan. Tim Emergency Response Team (ERT) segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Namun demikian, insiden ini meninggalkan sejumlah pertanyaan serius. Selain kerusakan unit yang masih dalam pemeriksaan tim Plant, tumpahan batubara dilaporkan mencemari badan jalan hauling, berpotensi mengganggu operasional dan membahayakan pengguna jalur lainnya.
Dugaan Faktor Teknis dan Kelaikan Unit
Poin krusial dalam peristiwa ini adalah pengakuan bahwa engine dan power unit tiba-tiba mati di tengah lintasan. Jika benar terjadi kegagalan sistem secara mendadak, maka publik berhak mempertanyakan:
Apakah unit telah melalui pemeriksaan rutin sebelum beroperasi?
Bagaimana standar preventive maintenance terhadap armada heavy duty di jalur hauling?
Apakah ada riwayat gangguan teknis sebelumnya pada unit HT 347?
Insiden di jalur hauling bukan sekadar kecelakaan biasa. Dalam industri pertambangan, kegagalan sistem kendaraan berat dapat berakibat fatal, terutama jika terjadi pada kondisi bermuatan penuh atau di jalur turunan ekstrem.
Investigasi Masih Berjalan
Manajemen menyebut indikasi penyebab masih dalam proses investigasi. Namun, transparansi hasil investigasi menjadi hal yang dinanti. Publik dan pekerja berhak mengetahui apakah insiden ini murni faktor teknis, human error, atau adanya kelalaian dalam pengawasan operasional.
Pengawas yang bertanggung jawab dalam shift tersebut tercatat atas nama Akhmad Salibi.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa keselamatan kerja di sektor pertambangan tidak boleh ditawar. Satu kegagalan sistem saja dapat berubah menjadi tragedi besar.
Kini, sorotan tertuju pada hasil investigasi internal PT SIS/Alamtri Adaro Service: apakah ini sekadar insiden teknis, atau alarm dini atas persoalan yang lebih serius dalam manajemen armada dan pengawasan keselamatan kerja?

(red)

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!