Minggu, April 19, 2026
spot_img

Upacara HUT ke-77 RI Di Ketapang Tamu Pemerintah Tidak Datang Kursi Banyak Kosong

Kalimantan Barat Ketapang ‘’ Rajawalinews.online ‘’

Penyambutan HUT ke-77 NKRI “merdeka, merdeka dan merdeka’’. Apakah selama ini kita sudah benar-benar merdeka dari penindasan-penindasan serta kesewenangan para penguasa yang jalim dan pengkhianat bangsa Indonesia yang merdeka berdaulat setia kepada rakyat, bangsa dan Negara.

Dok: Upacara HUT ke-77 RI. di Kabupaten Ketapang Kalbar Tidak Hikmat. Pasalnya surat undangan 🅣🅘🅓🅐🅚 jelas dan kursi tamu banyak kosong.

Kontroversial fenomenal warga masyarakat Kabupaten Ketapang wilayah hukum Kalimantan Barat (Kalbar) belum merdeka seutuhnya. Pasalnya, fakta undangan Pemerintah Daerah menyambut HUT ke-77 terindikasi surat undangannya tidak jelas dan faktanya kursi undangan banyak yang kosong, sehingga Kemerdekaan di Ketapang Kalbar dikatakan hanya omong kosong Tok.

Upacara HUT Kemerdekaan digelar sebanyak dua kali “Pagi dan Sore” pada hari Rabu (17/08/2022). Upacara HUT ke-77 RI tamu undangan banyak tidak datang, sehingga kursi undangan banyak yang kosong. Jadwal upacara penurunan Bendera pada 17 Agustus 2022 yang dipimpin ‘Wakil Bupati Farhan’ berbeda dari tahun sebelumnya. Ada apa di balik penyambutan hari Kemerdekaan di Ketapang Kalbar?

Dok. Kursi tamu undangan HUT Kemerdeka RI ke-77 banyak kosong, karena kurangnya penyerapan makna jiwa dalam menyambut hari Kemerdekaan di Ketapang Kalbar.

Kemerdekaan bentuk upacara bendera, pawai, dan berbagai lomba-lomba, semua memang perlu tapi bukan yang utama. Makna dari Kemerdekaan adalah jalan pembebasan dan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia. Merdeka dari penjajah itu belum bisa dirasakan oleh rakyat Indonesia terutama Kab. Ketapang Kalbar.

Nilai-nilai dari Kemerdekaan yang sesungguhnya seperti Kemerdekaan merasakan pembangunan yang layak dan terbuka dengan anggaran keuangan Negara untuk pembangunan dan Kemerdekaan masyarakat, seperti merdeka jalan bagus, pelayan publik yang sempurna. Semua itu belum sepenuhnya dirasakan masyarakat Ketapang Kalbar.

Perlu kita pertanyakan, Kemerdekaan sekarang apakah kita setara dalam kedudukan sesama warga dan penyelengara Negara dan Pemerintah Daerah dalam mengekspresikan keadilan, memperlakukan semua dengan setara tanpa memandang ras, suku dan agama. Nilai-nilai dari Kemerdekaan itu apakah bisa dirasakan sekarang ini?

Semuanya seolah berbanding terbalik dengan nilai-nilai Kemerdekaan yang sesungguhnya. Nonsen, omong kosong doaang Coyy. Faktanya, di setiap sendi pembangunan dari Pemerintah Daerah acapkali tertutup dan terselubung bersama kuasa dan wewenangnya, fakta jalan dalam proyek APBD semua terkesan tidask ada Kemerdekaan buat masyarakat Ketapang Kalbar.

Dulu perang Kemerdekaan yang dilakukan para pahlawan bangsa melawan para penjajah agar bisa lepas dari belenggu Negara lain untuk menwujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan dasar ideologi, konstitusi dan haluan Negara. Semua hanya cerita semilir angin lalu terbawa kekuasaan yang menyimpang.

Analisis fakta kursi banyak yang kosong akibat undangan Pemerintah Daerah dan pengaturan penyambutan HUT ke- 77 yang jatuh pada 17 Agustus 2022 terkesan penyerapan jiwa dan kesadaran akan makna Kemerdekaan tidak berjalan di Pemerintah Daerah Ketapang, sehingga banyak kursi undangan yang kosong dan tidak terisi. Di mana makna Kemerdekaan itu?*##(Tim Rajawali.002)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!