Selasa, Juni 16, 2026
spot_img

Sunardi Lintang: Diam Itu Berkhianat! GANISA Nyatakan Perang Terbuka terhadap Mafia Obat Terlarang

Jakarta – Peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang bukan lagi ancaman tersembunyi. Ia telah menjelma menjadi bom waktu yang menggerogoti masa depan generasi bangsa. Ironisnya, di tengah situasi darurat ini, masih banyak pihak memilih diam.
Ketua Umum Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANISA), Sunardi Lintang, melontarkan pernyataan keras dan tanpa kompromi: diam adalah bentuk pembiaran.

“Mencegah peredaran gelap narkoba memang tidak semudah berbicara. Tapi kalau kita masih terus diam tanpa melakukan apa-apa, maka leluasalah oknum-oknum melakukan transaksi barang terlarang. Diam itu sama saja memberi ruang kepada mereka,” tegas Sunardi dengan nada serius.

Modus Makin Rapi, Jaringan Makin Berani
Berdasarkan pemantauan dan laporan masyarakat yang dihimpun GANISA, peredaran obat-obatan terlarang kini bergerak semakin sistematis. Transaksi dilakukan secara terselubung, menyasar remaja dan pelajar, bahkan diduga masuk hingga ke lingkungan permukiman padat penduduk.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar: mengapa peredaran tersebut seolah tak pernah benar-benar hilang?
Sunardi menilai, lemahnya kepedulian sosial dan kurangnya keberanian masyarakat untuk melapor menjadi salah satu celah yang dimanfaatkan para pelaku.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

“Selama masyarakat takut bersuara dan memilih tutup mata, selama itu pula jaringan ini akan terus hidup. Mereka bergerak karena merasa aman,” ujarnya.
GANISA Satu Komando: Lawan atau Jadi Korban
Melihat situasi yang kian mengkhawatirkan, GANISA menyatakan sikap tegas: perang terbuka terhadap peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang.

Dengan mengusung seruan “GANISA Satu Komando Cegah Peredaran Obat-Obatan Terlarang”, organisasi ini mengajak seluruh elemen masyarakat — tokoh agama, pemuda, orang tua, hingga aparat — untuk tidak lagi bersikap netral.

“Dalam perang melawan narkoba, tidak ada posisi netral. Kalau tidak melawan, maka kita sedang memberi ruang. Dan kalau dibiarkan, anak-anak kita yang akan jadi korban berikutnya,” kata Sunardi.

Desakan Penindakan Tanpa Tebang Pilih
GANISA juga mendesak agar penindakan terhadap pelaku dilakukan secara tegas dan tanpa pandang bulu. Sunardi menegaskan, hukum tidak boleh kalah oleh jaringan gelap yang merusak masa depan bangsa.

Ia juga mendorong pengawasan distribusi obat keras diperketat serta transparansi dalam proses penegakan hukum agar tidak ada kesan pembiaran.
“Ini bukan sekadar isu hukum, ini soal keselamatan generasi bangsa. Jika kita gagal hari ini, maka kita sedang menyiapkan kehancuran esok hari,” pungkasnya.

GANISA menegaskan komitmennya untuk terus melakukan edukasi, advokasi, serta membangun jaringan pengawasan berbasis masyarakat sebagai garda terdepan pencegahan.
Satu pesan yang digaungkan: lawan sekarang, atau menyesal kemudian.

(red)

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!