ACEH SINGKIL – 20 Maret 2026– Ratusan kilogram beras bantuan Bulog untuk korban banjir di Desa Sintuban Makmur, Kecamatan Singkil Utara, dilaporkan membusuk dan berulat akibat tidak kunjung disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kondisi ini memicu kemarahan warga dan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Kepala Desa (Kades) setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sisa bantuan yang membusuk tersebut diperkirakan mencapai 500 kg, yang terdiri dari 6 karung ukuran 50 kg dan 10 karung ukuran 10 kg. Beras tersebut diduga sengaja disimpan hingga rusak, sementara banyak warga kategori miskin ekstrem dan rentan terdampak banjir justru tidak mendapatkan jatah bantuan secara merata.
Penumpukan bantuan hingga kedaluwarsa ini dinilai sebagai bentuk ketidakpedulian fatal dan manajemen birokrasi desa yang buruk. Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil didesak untuk segera melakukan audit investigatif melalui Inspektorat. Jika terbukti ada unsur kesengajaan atau kelalaian yang merugikan negara dan masyarakat, tindakan tegas berupa pencopotan jabatan harus diambil.
“Ini sangat menyayat hati. Di saat warga kesulitan pangan pascabanjir, beras justru dibiarkan membusuk dan berulat di dalam penyimpanan. Ini bukan sekadar masalah administrasi, tapi degradasi moral seorang pejabat publik,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, Jumat (20/03/2026).
Masyarakat mendesak Pj Bupati Aceh Singkil untuk tidak menutup mata atas rentetan polemik yang terjadi di Desa Sintuban Makmur. Selain masalah beras, perilaku oknum aparatur desa tersebut dianggap telah melanggar norma adat dan aturan pemerintah yang ada.
“Kami meminta Inspektorat dan Bupati bertindak. Jangan biarkan pejabat yang tidak memiliki jiwa pengayom tetap memimpin. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat,” tegas sumber tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Sintuban Makmur terkait alasan teknis mengapa bantuan tersebut tidak didistribusikan hingga mengalami kerusakan total.**(Redaksi)


