BOGOR, Rajawali News – Usai ramai diberitakan terkait sikap mental pengecut karena memblokir nomor wartawan, Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Partai PKS, Achmad Fathoni, akhirnya kembali membuka blokir terhadap nomor wartawan Update Cerita Indonesia.
Langkah tersebut menimbulkan tanda tanya besar: ada apa gerangan sehingga seorang wakil rakyat sampai melakukan pemblokiran terhadap jurnalis?
Saat ditanya alasan di balik tindakannya, Achmad Fathoni hanya menjawab singkat:
“Sudah saya buka tuh blokirannya. Mau nanya apa Kang? Saya selama ini selalu merespon baik semua pertanyaan wartawan. Tapi kalau penjelasan saya justru dijawab dengan tuduhan dan fitnah, itu yang bikin saya gak nyaman. Saya mohon maaf jika jadi bikin tidak nyaman. Kalau dianggap salah, akan menjadi perbaikan ke depan,” ujarnya, Sabtu malam (23/8/2025).
Fathoni juga menegaskan bahwa terkait proyek sumur bor yang bermasalah, dirinya hanya sebatas memperjuangkan program, bukan melaksanakan.
“Kesalahan bukan pada perjuangan programnya, tapi pada pelaksanaannya. Urusan teknis ada di DPUPR, bukan saya yang urus proyeknya. Kalau mau kejar, silakan ke DPUPR, jangan saya yang terus ditekan. Santai saja, bukan urusan dana,” tambahnya.
Namun, pernyataan Fathoni justru mendapat kecaman dari Ketua DPC LSM Penjara Bogor Raya, Romi Sikumbang. Ia menilai tindakan Fathoni yang memblokir wartawan sangat tidak pantas bagi seorang pejabat publik.
“Anggota DPRD itu pelayan masyarakat, kenapa ketika dikonfirmasi malah blokir nomor wartawan? Saya mengecam keras sikap arogan tersebut. Apalagi terkait proyek sumur bor baru setahun sudah tidak berfungsi, itu harus diaudit. Itu duit rakyat, bukan duit pribadi Achmad Fathoni,” tegas Romi.
Romi mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengaudit dan menginvestigasi proyek tersebut, serta meminta Ketua DPRD Kabupaten Bogor dan Ketua Partai PKS memberikan sanksi tegas.
“Kalau dibiarkan, sikap seperti ini bisa merusak citra DPRD dan juga partainya. Ketua DPRD dan Ketua PKS harus segera menegur agar anggotanya memperbaiki kinerja dan bisa bersinergi dengan media,” pungkasnya.(red)


