Kamis, April 30, 2026
spot_img

Desa Sukaimut Genjot Wisata Alam, Targetkan Empat Destinasi Aktif di 2026

Kuningan, rajawalinews.online –  Desa Sukaimut, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, tengah mengoptimalkan pengembangan sektor pariwisata berbasis alam sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD). Langkah ini diambil mengingat terbatasnya peluang investasi industri di wilayah tersebut.

Dengan kondisi geografis yang tidak terlalu luas, Pemerintah Desa Sukaimut memandang potensi sumber daya alam sebagai aset utama yang perlu dikembangkan. Salah satu potensi besar adalah aliran Sungai Cisanggarung yang melintasi desa dan kini dimanfaatkan sebagai wisata air berupa arung jeram (rafting).

“Desa-desa yang hari ini maju umumnya memiliki sektor wisata yang dikembangkan. Di Kuningan sendiri belum ada wisata air seperti rafting. Nah, kami melihat peluang itu dan ingin memulainya di Sukaimut,” terang Kepala Desa Sukaimut, Uka, S.Pd.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Namun, ia mengakui bahwa wisata air seperti rafting memang memiliki batasan usia. “Aktivitas ini tidak bisa diikuti semua kalangan, karena faktor keamanan. Hanya yang berusia di atas 10 tahun yang bisa ikut,” ujarnya.

Tak hanya wisata Air, Sukaimut juga tengah membuka kawasan wisata alam Bukit Moncongos, yang lokasinya cukup strategis dan mudah dijangkau dari jalan utama. Dari puncak bukit ini, pengunjung dapat menikmati panorama dari timur ke barat Kuningan, mulai dari wilayah Ciniru hingga Palutungan.

“Kalau cuaca cerah, pemandangan Bukit Moncongos luar biasa. Ini bisa jadi magnet bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. Kami juga ingin menjadikan ikon desa,” tambah Uka.

Ke depan, desa ini menargetkan empat destinasi wisata yang siap dikembangkan hingga tahun 2026, yaitu wisata aiir, wisata off-road, wisata agro, dan bumi perkemahan.

“Kami ingin wisata di Sukaimut ini tidak hanya satu tema, tapi bisa menyasar berbagai segmen pengunjung,” jelasnya.

Langkah komunikasi pun telah dilakukan. Pemdes Sukaimut telah mencapai koordinasi dengan salah satu anggota DPRD Kabupaten Kuningan yang duduk di Komisi II—bidang pariwisata dan peternakan—untuk mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Saya sudah sampaikan konsep ini secara langsung. Mudah-mudahan beliau bisa menjembatani dan memperjuangkan di tingkat provinsi. Kami optimistis,” ujar Uka.

Selain itu, Pemdes Sukaimut juga memiliki rencana inovatif lainnya, yaitu pembangunan menara teleskop di Bukit Moncongos. Fasilitas ini ditargetkan menjadi ikon baru dan satu-satunya di Kuningan, yang memungkinkan pengunjung melihat panorama alam dari jarak jauh secara jelas.

“Kalau ini terwujud, Bukit Moncongos bukan sekedar wisata alam biasa. Tapi juga edukatif dan jadi kebanggaan masyarakat,” ucap Uka.

Guna mendukung akses wisata, desa Sukaimut telah menyiapkan lahan parkir umum seluas 2.800 m². Di mana nantinya, sistem transportasi menuju lokasi wisata akan dibatasi dan dikendalikan.

“Pengunjung bisa parkir di sana, lalu kami siapkan transportasi odong-odong menuju Bukit Moncongos. Untuk jalur ekstrem, ada opsi kendaraan off-road yang lewat jalur bumi memasuki Pakembangan,” jelasnya.

Uka menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan wisata ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak. “Kami sangat berharap ada dukungan dari Pemkab Kuningan dan juga Provinsi Jawa Barat. Kalau semua bersinergi, insyaAllah Sukaimut bisa jadi contoh desa wisata yang maju dan mandiri,” tutupnya. (GUNTUR – Kaperwil Jabar)

 

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!