Kuningan, rajawalinews.com – Desa Cihanjaro, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan, berhasil mencatatkan hasil optimal dalam realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2024. Dengan total pendapatan sebesar Rp.1.309.091.693,40, pengelolaan keuangan desa menunjukkan akurasi dan efektivitas sesuai dengan kebutuhan pembangunan lokal.
Pendapatan desa bersumber dari beberapa alokasi utama, di antaranya Dana Desa (DD) sebesar Rp.803.027.000, Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp.325.626.000, dan Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp.8.900.000. Seluruh pendapatan ini terealisasi penuh sesuai anggaran, bahkan pendapatan bunga bank mengalami peningkatan melampaui target, dengan tambahan sebesar Rp.535.533,40 dari yang dianggarkan.
Pada sisi pengeluaran, Desa Cihanjaro memprioritaskan belanja pada sektor pembangunan dan pemberdayaan. Anggaran untuk pelaksanaan pembangunan desa sebesar Rp.467.611.500 terealisasi sepenuhnya, mencakup berbagai proyek strategis seperti infrastruktur jalan dan fasilitas publik. Selain itu, bidang pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan lokal masing-masing menerima realisasi anggaran sebesar Rp.123.200.000 dan Rp.140.970.000, yang digunakan untuk mendorong peningkatan potensi desa. Desa juga mengelola anggaran penanggulangan bencana sebesar Rp.60.502.000, yang disiapkan untuk menghadapi kondisi darurat atau mendesak yang memerlukan penanganan segera.
Meskipun terdapat defisit kecil sebesar Rp.457.980,21, Desa Cihanjaro tetap mampu mencatatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) dalam jumlah yang sama, menunjukkan pengelolaan anggaran yang efektif dan akuntabel.
Kepala Desa Cihanjaro, Masdudi Hartono, memberikan apresiasi atas kinerja seluruh perangkat desa dalam melaksanakan pengelolaan APBDes. “Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), hingga Bagi Hasil Pajak dan Retribusi (PBH) semuanya telah dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Proyek pembangunan infrastruktur berjalan sesuai rencana, begitu juga program pembinaan dan pemberdayaan telah memberikan hasil yang positif,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kelebihan realisasi pendapatan, khususnya pada bunga bank, menjadi bukti bahwa pengelolaan dana desa dijalankan dengan baik. “Kami memaksimalkan setiap peluang untuk memastikan keuangan desa tetap sehat, dan meskipun terdapat defisit kecil, seluruh kegiatan prioritas tetap terlaksana,” ujar Masdudi.
Dengan capaian ini, Desa Cihanjaro optimis dapat melanjutkan program-program strategis di tahun 2025. Masdudi juga menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas akan tetap menjadi fokus utama pemerintah desa. “Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi yang baik. Kami berkomitmen untuk terus melayani dengan optimal,” pungkasnya. (GUNTUR – Kaperwil Jabar)


