Sabtu, Oktober 10, 2026
spot_img

BOGOR MEMBARA: OTT Rp1,8 Miliar Jerat Kadis dan Staf Bupati, KPK Terkesan Main “Kucing-Kucingan”?

JAKARTA, RAJAWALI NEWS — Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilancarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendadak jadi sorotan tajam. Penggeledahan senyap ini membongkar dugaan praktik suap bernilai miliaran rupiah yang melibatkan jajaran elite Pemerintah Kabupaten Bogor.

​Informasi yang dihimpun tim investigasi Rajawali News Group dari sumber internal KPK menyebutkan, penyidik berhasil mengamankan uang tunai senilai kurang lebih Rp1,5 miliar sebagai barang bukti dari total komitmen suap senilai Rp1,8 miliar.

​”Barang bukti Rp1,5 miliar. Terima duit dari rekanan Pemda Rp1,8 miliar, yang terima staf bupati,” ungkap sumber internal KPK melalui sambungan tertulis, Kamis (20/8).

Iklan Sponsor

​Tak hanya barang bukti tunai, sebanyak enam orang—termasuk sejumlah Kepala Dinas (Kadis) di lingkungan Pemkab Bogor—dilaporkan ikut diamankan dan langsung diboyong ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik dikabarkan terus melakukan pengembangan untuk menjaring pimpinan atau pihak-pihak lain yang terlibat dalam pusaran aliran dana proyek Pemda tersebut.

​Namun, drama berlanjut saat publik menunggu konfirmasi resmi. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mendadak “hilang kontak”. Saat tim Rajawali News Group berusaha meminta klarifikasi terkait keterlibatan anak buahnya, seluruh saluran komunikasi dan nomor telepon seluler sang Bupati berada dalam kondisi tidak aktif.

​Di sisi lain, respons resmi dari internal lembaga antirasuah justru memicu tanda tanya besar. Juru Bicaranya, Budi Prasetyo, secara mendadak membantah adanya OTT di Bogor, meski membenarkan adanya pergerakan tim penyidik di lapangan.

​”Menanggapi informasi yang berkembang di masyarakat terkait kabar peristiwa tertangkap tangan di wilayah Kabupaten Bogor, kami klarifikasi bahwa informasi tersebut tidak benar,” ujar Budi melalui keterangan tertulis. “Adapun kegiatan lain oleh KPK di wilayah tersebut benar ada, untuk permintaan keterangan menindaklanjuti laporan masyarakat. Pada waktunya tentu akan kami sampaikan secara transparan.”

​Pernyataan bersayap ini dinilai amat kontradiktif dengan temuan barang bukti dan pengamanan sejumlah pejabat daerah di gedung KPK. Apakah ada upaya pelembutan bahasa diplomatis sebelum pengumuman tersangka resmi, ataukah ada skenario lain di balik penanganan kasus ini?

​Rajawali News Group akan terus mengawal dan mengusut tuntas pusaran aliran dana rekanan Pemkab Bogor ini hingga ke akar-akarnya.

(red)

Iklan Sponsor
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Iklan Sponsor
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan Bawah
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
error: Content is protected !!