Cikarang Timur,BEKASI, Rajawali News— Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, kini memasuki momentum penting. Bao Umbara secara resmi mendapatkan nomor urut 3 dalam tahapan pengundian dan penetapan nomor urut calon Kepala Desa Karangsari, Rabu (9/9/2026).
Penetapan nomor urut tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian tahapan Pilkades. Setelah sebelumnya melalui proses pendaftaran dan tahapan administrasi yang ditetapkan panitia, para calon kini memiliki nomor identitas masing-masing yang akan digunakan hingga pelaksanaan pemungutan suara.
Bagi Bao Umbara, nomor urut 3 menjadi angka yang akan melekat dalam seluruh aktivitas pencalonannya. Nomor tersebut kemudian dipadukan dengan slogan “Coblos Dasi Emas, Nomor Urut 3” sebagai identitas yang diusung dalam kontestasi Pilkades Karangsari.
“Dasi Emas” Jadi Slogan Nomor 3
Slogan “Dasi Emas” sengaja dikaitkan dengan nomor urut 3 sebagai bentuk identitas yang mudah diingat dalam kontestasi Pilkades.
Kalimat “Coblos Dasi Emas, Nomor Urut 3” menjadi slogan yang mulai diperkenalkan kepada masyarakat seiring ditetapkannya nomor urut tersebut.
Penggunaan slogan dalam kontestasi Pilkades menjadi salah satu cara calon memperkenalkan identitasnya kepada masyarakat. Namun, di balik slogan dan nomor urut, masyarakat tentunya memiliki pertimbangan masing-masing dalam menentukan pilihan.
Bao Umbara Bukan Nama Baru di Karangsari
Bao Umbara bukan merupakan nama baru dalam pemerintahan Desa Karangsari. Ia sebelumnya pernah mengemban amanah sebagai Kepala Desa Karangsari.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak yang akan kembali menjadi perhatian masyarakat dalam kontestasi Pilkades kali ini.
Berbagai dinamika pemerintahan desa, pelayanan publik, pembangunan, hingga persoalan infrastruktur menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan Desa Karangsari.
Salah satu persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian adalah kondisi sejumlah akses jalan yang membutuhkan pembenahan. Upaya perbaikan dan peningkatan kualitas infrastruktur menjadi kebutuhan masyarakat karena berkaitan langsung dengan aktivitas warga, mobilitas, serta perekonomian di tingkat desa.
Dengan pengalaman tersebut, Bao Umbara kembali mengikuti kontestasi dengan membawa rekam jejak yang dapat dinilai oleh masyarakat secara objektif.
Bukan Sekadar Nomor Urut
Dalam Pilkades, nomor urut memang menjadi identitas penting bagi setiap calon. Namun, nomor tersebut bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan pilihan.
Masyarakat Desa Karangsari memiliki kesempatan untuk melihat secara langsung kapasitas, pengalaman, rekam jejak, serta komitmen masing-masing calon terhadap pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Karena itu, tahapan kampanye dan sosialisasi diharapkan dapat menjadi ruang bagi seluruh calon untuk menyampaikan gagasan secara terbuka dan santun.
Persaingan politik di tingkat desa juga diharapkan tidak menimbulkan perpecahan. Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, sementara hubungan kekeluargaan dan kondusivitas masyarakat harus tetap dijaga.
Menuju Hari Pemungutan Suara
Dengan ditetapkannya nomor urut 3, Bao Umbara kini memasuki tahapan berikutnya dalam perjalanan Pilkades Karangsari.
Nomor 3 akan menjadi identitas Bao Umbara dalam berbagai materi sosialisasi dan kegiatan pencalonan. Sementara slogan “Coblos Dasi Emas” diharapkan menjadi kalimat yang mudah dikenali oleh masyarakat yang mengikuti perjalanan kontestasi tersebut.
Pada akhirnya, pilihan berada di tangan masyarakat Desa Karangsari. Setiap warga yang memiliki hak pilih akan menentukan calon yang dianggap paling layak untuk memimpin dan melanjutkan pembangunan Desa Karangsari sesuai ketentuan yang berlaku.
Momentum Rabu, 9 September 2026, pun menjadi catatan tersendiri dalam tahapan Pilkades Karangsari.
Bao Umbara resmi dengan nomor urut 3. “Dasi Emas” menjadi identitasnya. Selanjutnya, masyarakat Karangsari yang akan menentukan pilihan.
COBLOS DASI EMAS — NOMOR URUT 3, BAO UMBARA!
(Red/AM)


