Pagar Alam,- Rajawalinews,- Polres Pagar Alam melalui Satuan Samapta melaksanakan kegiatan Patroli Perintis Presisi pada Minggu, 26 April 2026. Kegiatan ini dipimpin oleh Kasat Samapta Iptu Darwis Efendi. SH bersama personel Sat Samapta sebagai langkah menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif di Wilayah hukum Polres Pagar Alam.
Patroli Perintis Presisi Sat Samapta melaksanakan sambang di kawasan pertokoan, tepatnya di Pasar Dempo Permai dan Toko Ritel yang ada di Kota Pagar Alam. Kehadiran Patroli di tengah aktivitas Masyarakat bertujuan memastikan keamanan orang, benda, serta barang-barang berharga milik pedagang maupun pengunjung pasar.
Kasat Samapta Iptu Darwis menyampaikan bahwa Patroli Perintis Presisi akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk pelayanan Polri kepada Masyarakat, sekaligus mengantisipasi premanisme, pungutan liar, serta aktivitas mabuk-mabukan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Kapolres Pagar Alam AKBP Januar Kencana Setia Persada. SIK menegaskan bahwa kegiatan patroli presisi merupakan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan nyata kepada masyarakat. “Polri hadir untuk memberikan rasa aman serta memastikan aktivitas Masyarakat berjalan dengan tertib dan kondusif. Sinergi antara kepolisian dan Masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan Wilayah,” Ungkapnya.
“Salah satu pedagang Pasar Dempo Permai mengaku merasa lebih tenang dengan kehadiran polisi yang rutin melakukan patroli. Menurutnya, respon cepat dan pendekatan humanis Patroli Perintis Presisi Sat Samapta membuat Masyarakat merasa terlindungi sehingga aktivitas jual beli dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Kasi Humas Polres Pagar Alam Iptu Mansyur,AMd.Kep, S.H. menambahkan bahwa kegiatan Patroli Perintis Presisi merupakan langkah preventif Polres Pagar Alam dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta meningkatkan kepercayaan Masyarakat terhadap Polri. Ia juga mengimbau Masyarakat agar turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan.** Iriel Oyenk.


