Kalimantan Barat Ketapang “Rajawalinews.online”
Proyek 2 lantai pembangunan Museum milik Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar), Proyek Museum di Kelurahan Sampit Kecamatan Delta Pawan kondisinya yang rusak berat akibat tidak difungsikan dengan tujuan perencanaan awal proyek bangunan Museum tersebut, lantaran kondisinya caruut marut rusak dan terbengkalai. Kini tempat tersebut terindikasi menjadi ajang tempat pasangan muda-mudi untuk berbuat mesum.

Bangunan Museum 2 lantai yang megah tersebut terbengkalai, sekarang proyek milik Pemerintah Kabupaten Ketapang yang di kelola Dinas Pariwisata menjadi tempat ajang sarang Mesum pasangan muda-mudi, tidak menutup kemungkinan Pemerintah Daerah membangun Gedung 2 lantai atas nama Museum emang dijadikan tempat Mesum dan tempat hal lain-lain yang tidak baik.

Proyek politik santun pembangunan Gedung Museum milik Dinas Pariwisata Pemerintahan Kab. Ketapang Kalbar terindikasi super Khusus dianggarkan setiap tahun dari 2017 hingga saat ini, proyek Museum di lokasi taman Sepakat terbengkalai menjadi tempat Kawula muda-mudi untuk mengelem, pakai Norkoda dan tempat berbuat Mesum di dalam Gedung milik Pemda yang di kelola Dinas Pariwisata.

Sejak kewenangan pengelolaan berpindah tangan dari Pemerintah Ketapang Kalbar ke tangan 1, 2, 3 dan 4, kondisi bangunan yang menelan keuangan Negara yang bernilai fantastis semakin tidak terurus dan adanyab potensi Korupsi dalam anggaran dan menelantarkan Aset Negara (Museum). Ironisnya, bangunan yang mahal milik Pemerintah Daerah digunakan untuk tempat nongkrong dan berbuat mesum oleh anak-anak kawula muda.
Diungkapkan pemuda putra setempat pada Awak Media Rajawalinews (RN) Group selasa (31/05/22) yang biasa disapa dengan panggilan Hen,” Pembangunan ini dianggap gagal, pembangunan gedung ini dijadikan tempat anak-anak untuk mengkonsumsi narkoba, mengelem dan minum arak. Yang lebih memprihatinkan adanya jenis (kondom) penyampul kelamin atau pengaman kontrasepsi dalam hubungan sex berserakan di dalam gedung proyek Pemerintah yang di kelola Dinas Priwisata yang katanya Gedung Museum berselubung maksiat.
Proyek milik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintahan Kab. Ketapang Kalbar ini selayaknya dimanfaatkan sesuai fungsinya sebagai bangunan Museum milik Pemerintah Daerah. Awalnya pembangunan ini bagus namun pada akhirnya menjadi seperti ini, tidak ditempati dan dimanfaatkan dengan semestinya hingga bangunan ini menjadi rusak dan hancur menjadi ajang tempat bermain mesum.
Dari awal sampai saat ini bangunan Museum tidak ada manfaatnya. Proyek ini terkesan kepentingan sepihak dan kelompok untuk menghalalkan Korupsi keuangan Negara yang haram menjadi halal bentuk pembangunan Gedung Museum tak bermanfaat,”celetuknya Hen.
Proyek pembangunan Museum dari kaca, pintu dan jendela yang bernilai ratusan juta sudah banyak hilang. Dek/plafon, atap dan lantai keramik banyak hilang dicongkel orang yang jahil. Sangat disayangkan pembangunan gedung Museum milik PEMDA dan Negara tidak berfungsi dan hanya menjadi kepentingan Politik santun untuk mengerogoti keuangan Negara tak tepat sasaran beserta kebijakan menyimpang dalam wewenang kekuasaan jabatan arahan kebijakan pembangunan Museum tak bermanfaat,” tandasnya Hen.
RN mengkonfirmasi Kabid Dinas Pariwisata ‘Diky’ mengatakan,”Itu bangunan akan diserah-terimakan pada Pelayaan Terpadu, mau di bikin Dokumennya nanti, mau dijadikan Mall pelayanan. Itu proyek di bidang Kebudayaan, lebih jelas dan mecingnya temui ibu Agahta di bidang kebudayaan.”terangnya Kabid Dinas Pariwisata Diky. *##(Yan)


