Selasa, April 21, 2026
spot_img

Perusahaan Kebun Sawit – Pemkab Tersenyum Tak Perduli Jalan Desa-Kecamatan Rusak “Masyarakat Menjerit”

Kalimantan Barat Ketapang ‘’ Rajawalinews.online ‘’

Waktu akan tiba saatnya nanti pesta demokrasi politik untuk mencari suara di seluruh pelosok penjuru Dusun dan Desa, yang mana oknum Calon Politik berlomba-lomba dengan janji dan pasang badan untuk pembangunan akses jalan seperti Bubur karena rusak parah, agar mendapatkan simpati dan bisa mendapatkan suara di pelosok Dusun – Desa – Kecamatan terutama di Kec. Tumbang Titi dan Kec. Jelai Hulu arah akses jalan Tanjung lanjut Kecamatan Marau dan lanjut Kecamatan Singkup serta Kecamatan Manis Mata Kab.Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar).

Dok: Jalan kintas ke Desa, Kecamatan dan Kabupaten Rusak parah seperti bubur kacang hijau. Masyarakat menjerit dan menangis tersiksa tanpa air mata saat melintasi jalan tersebut.

Disampaikan putra Daerah Ketapang, Jajir sabana pada Rajawalinews (RN) Group (09/05/22), ketika dia melintasi jalan dari Kec. Tumbang Titi menuju kampung halaman ke Desa Asam Besar di Kec. Manis Mata Jajir Sahbana sangat terharu melihat kondisi jalan akses satu-satunya ke Desa tetangga, antar Kecamatan – Kabupaten – Provinsi. Akses jalannya hancur lebur seperti selokan parit, masih bagus selokan parit dari pada jalan milik Kabupaten ini, banyak lobang dalam-dalam penuh dengan lumpur dari tanah kuning.

Dok: Jalan Desa ke Kecamatan tak ada perhatian dari Pemkab dan perusahaan kebun sawit setempat. Masyarakat melintasi akses jalan yang rusak berat hanya bisa menjerit dan menangis tanpa Air Mata.

Ironisnya, sensi di momen hari Lebaran Idul Fitri dengan ramainya orang balik dan mudik lebaran dan intensitas kendaraan yang melintasi jalan alternatif satu-satunya menuju ke beberapa Desa-Kecamatan dan Kabupaten Ketapang Kalbar meningkat,” celotehnya lanjut. “Saya kecewa bersama Pemkab (Pemerintahan Kabupaten) yang membiarkan kerusakan jalan di wilayah ini, padahal akses satu-satunya inilah yang dipergunakan masyarakat, sudah sekian tahun jalan tersebut rusak. Di Daerah, masalah kebutuhan infranstruktur publik ini menjadi prioritas di sektor pembangunan jalan, ini jelas tidak beres. Sedangkan di sini banyak perusahaan kebun sawit, tinggal dikordinasikan saja bersama Pemda untuk menimbun dan pengerasannya. Namun hak paten itu tidak pernah dilakukan di tingkat Kecamatan dan Pemda yang ada saat ini.

Dok: Kondisi jalan Dusun-Desa, di 2 (dua) Kecamatan Air Upas dan Manis Mata laksana bubur seperti jalan parit kesawah, dimana dana CSR dan uang Negara untuk akses jalan

Dikatakannya lebih jauh.’’ Sampai kapan jalan yang kita lewati siang dan malam ini diperbaiki oleh Pemerintah. Masyarakat sekitar wilayah Se-Kab. Ketapang merasakan kesengsaraan ketika melewati jalan lintas Kabupaten dan Provinsi ini. Warga masyarakat sengsara dan sakitnya minta ampun ketika melintasi jalan tersebut. Kami berharap kepada Pemerintah Daerah Kab. Ketapang dan kepada Pemerintah di Provinsi Kalimantan Barat, mohon diutamakan akses jalan ini, karena di saat musim hujan jalan yang ada seperti Bubur dan Parit selokan ke sawah, untuk sepeda motor yang melintas sangat sengsara dan menderita, banyak sekali orang yang jatuh terguling saat meniti jalan yang rusak berlobang serta licin ini.

Dimana keadilan buat kami selaku warga masyarakat di luar Kota/Kabupaten Ketapang seperti di Kec. Manis Mata, Kec. Air Upas, Kec. Singkup dan Kec. Marau. Dalam mencari kebutuhan dan membawa hasil Bumi ke Kabupaten melitasi jalan rusak parah seperti bubur dan kudangan Kerbau yang ada saat ini, seperti apa Dana CSR dari kebun sawit dan di mana Keuangan APBD dan APBN dalam peningkatan jalan buat kemakmuran masyarakat di pelosok Desa.

Hingga sampai saat ini jalan akses kami tidak tersentuh, sejak jalan ini di buka zaman Belanda sampai sekarang tak ada pembangunan jalan seperti yang kami dambakan, semua hanya janji-janji saja untuk di bangun waktu kampaye di saat minta dukungan suara, faktanya hingga sampai kini setelah terpilih jalan kami tidak dibangun dan tidak ada kebijakan dari Pemkab, yang ada semua bohong dan pembohong besar, masyarakat menjerit di saat melintasi jalan rusak dan berlobang dalam tersebut, padahal mereka tau dan melihat jalan seperti bubur laksana akses jalan ke sawah yang penuh bekas kudangan Anak Kerbau Mandi lumpur,” pungkasnya Jajir Sabana. *## (Tim Rajawali)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!