Kalimantan Barat Ketapang ” Rajawalinews.online
Etik salah satu tokoh masyarakat Desa Sungai Awan Kiri Kecamatan Muara Pawan Kab.Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar), saat di konfirmasi Media Rajawalinews (RN), Rabu (11/05/22) mengatakan ikwal pantai wisata Tanjung Belandang yang menjadi sorotan tajam berbagai elemen masyarakat Kab. ketapang.
“Pantai ini menjadi objek wisata yang tak jauh dari Kabupaten/Kota dan pantai ini menjadi tempat mata pencarian masyarakat yang berada di sekitarnya, akan tetapi sangat di sayangkan Pemerintah Daerah maupun Provinsi Pontianak Kalbar dan Pusat tidak pernah perduli maupun memberikan bantuan anggaran Negara untuk penanggulangan abrasi pantai yang sudah cukup rawan,” celotehnya Etik. “Padahal kami sudah berupaya memohon kepada Pemerintah Daerah Kab.Ketapang melalui power para Anggota DPRD Kabupaten dan DPRD Provinsi yang mewakili dari Daerah Kabupaten Ketapang Kalbar.

DPRD Provinsi seperti Pak Rasmidi pernah terjun langsung lihat ke pantai Tanjung Belandang dan mengatakan “nanti kita akan usulkan kepada Pemerintahan Provinsi Kalbar.” namun sampai saat ini belum ada kabar maupun selentingan habar untuk pembangunan Abrasi pemecah ombak di bibir pantai, kami tinggal sudah tidak jauh lagi dari bibir pantai yang tergerus ombak mungkin hanya tinggal 20meter lagi dikarnakan terjangan ombak yang ganas menerjang bibir pantai. Setiap tahunnya kurang lebih 5 meter terkikis ombak bibir pantai disebabkan angin kencang di bulan 12 sampai bulan 1.
Dikatakan Etik lebih lanjut pada Media Rajawalinews (RN) Group,”Saya salah satu tokoh masyarakat yang pernah menjadi perangkat Desa disini. Seyokyanya Pemerintah Daerah maupun Pusat dapat melakukan penanggulangan abrasi pantai yang sangat riskan serta memprihatinkan maupun mengantisipasi terjangan ombak yang dahsyat mengikis tepian bibir pantai, lama-lama menyapu tempat pemukiman warga dan setiap saat bisa mengancam kehidupan warga yang tinggal tak jauh di tepian laut pantai Tanjung Belandang.” ungkap Etik bernada sedikit pasrah dan sumbang.

Terpisah disampaikan warga penduduk yang tinggal di pesisir pantai sebut aja namanya Pak Tadin, dia mengaku tinggal di pantai pesisir ini sudah 17 tahun lamanya, Pak Tadin mengharapkan kepada pihak Instasi yang terkait misalnya dari Dinas Pariwisata serta Dinas terkait kiranya sudi dapat mendengar dan peka dengan teriakan dan jeritan masyarakat yang tinggal di bibir pantai, agar Pemerintah di Daerah, Provinsi maupun Pusat bisa mensuitkan sedikit anggaran keuangan Negara untuk kepentingan masyarakat banyak dalam menghadapi Alam yang ganas menerjang bibir sisi pantai setiap tahun terkikis hingga ke kampung warga setempat untuk di perhatikan bersama kuasanya.
Kami berada di wilayah pantai ini tidak pernah mendapatkan secuil bantuan dari Pemerintah dalam pembangunan dan bantuan, selama ini kami membangun gezebo yang sederhana dengan memakai kayu bulat dan papan kayu lokal untuk tempat duduk, itupun dengan menyisihkan uang hasil dagangan kaki lima ini.
Setiap hari raya dan hari besar lainya pengunjung cukup ramai sampai tidak kebagian tempat duduk, disaat liburan hari raya pengunjung memadati pantai hingga sampai 10 ribuan orang yang datang berkunjung dari berbagai Daerah di luar Kabupaten/Kota Ketapang Kalbar, padahal tempat wisata pantai Tanjung Belandang menjadi objek wisata indah dan baik tapi sangat disayangkan Pemerintah Daerah tidak memberikan dukungan kepada kami untuk melestarikan pantai kami ini agar lebih bermanfaat demi menunjang dan membangun infrastruktur perekonomian masyarakat menjadi lebih sejahtera, padahal di Daerah pantai menggantungkan hidup dari hasil penjualan seperti menu yang kami sajikan yang cukup dikenal masyarakat seperti ale-ale, kepah, kerang dan Renjong yang masih segar dan juga ikan segar menjadi kebanggaan masyarakat dengan membakar ikan itu ciri khas yang kami sediakan setiap harinya dan keinginan kami pantai ini dapat bersaing dengan tempat wisata lain misalnya di Singkawang dan tempat lainnya.
Harapan kami kepada Pemerintah Daerah Ketapang untuk dapat membangun pantai ini yang lebih baik, karna pantai ini merupakan prospek menjadi aset Daerah dalam menunjang perekonomian masyarakat dan Pemerintahan agar lebih baik lagi kedepannya,” timpalnya Pak Tadin.
Mengintip pembangunan pantai agar bermanfaat dan tepat sasaran adalah tugas perjalanan PAD di sektor Wisata, jangan seperti pembangunan pantai yang tidak bermanfaat dan asal adakan proyek seperti pembangunan Pantai Pecal, proyek Dermaga Pantai Pecal hancur di hajar ombak disebabkan karena dikerjakan asal-asal. Proyek yang di setting oknum Dinas Parawisata yang Nakal bekerjasama dengan kebijakan Korupsi. Saat ini Team RN menghimpun data permulaan proyek milik Dinas Wisata yang tak tepat sasaran dan terendus pembangunan gagal paham. *##(Yan)


