Sabtu, Juni 6, 2026
spot_img

Presiden Prabowo Ultimatum TNI-POLRI: Stop Jadi Beking Pemodal, Penegak Hukum Harus Berdiri di Pihak Keadilan

Jawa Timur Rajawali News– Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada seluruh aparat negara agar tidak lagi menjadi pelindung, pembela, maupun alat kepentingan kelompok tertentu yang bertentangan dengan prinsip keadilan dan supremasi hukum.Pernyataan tegas tersebut disampaikan saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Dalam pidatonya,

Presiden secara terbuka menyoroti masih adanya praktik lama yang menempatkan aparat negara sebagai tameng bagi kepentingan pihak-pihak bermodal atau kelompok yang memiliki pengaruh.

Pernyataan itu dinilai menjadi sinyal kuat dari kepala negara terhadap berbagai persoalan penegakan hukum yang selama ini kerap disorot publik, mulai dari dugaan kriminalisasi, perlakuan berbeda terhadap pencari keadilan, hingga praktik perlindungan terhadap pihak tertentu yang memiliki kedekatan dengan kekuasaan.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Prabowo menegaskan bahwa aparat negara memiliki tugas utama sebagai pelayan masyarakat dan penegak hukum, bukan sebagai penjaga kepentingan korporasi maupun kelompok tertentu. Menurutnya, profesionalisme dan keberpihakan kepada hukum harus menjadi prinsip utama dalam menjalankan tugas.

“Tidak boleh backing-backing macam-macam,” tegas Prabowo di hadapan para undangan.
Pernyataan tersebut menjadi bagian paling mencolok dalam pidatonya. Presiden bahkan secara khusus menyebut Panglima TNI dan Kapolri agar memastikan seluruh jajaran bekerja sesuai aturan serta tidak memberikan perlindungan kepada pihak yang berpotensi mencederai rasa keadilan masyarakat.

Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap institusi negara hanya dapat dipertahankan apabila hukum ditegakkan secara adil, transparan, dan tanpa diskriminasi. Ketika aparat dianggap berpihak kepada kelompok tertentu, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kredibilitas institusi, tetapi juga legitimasi negara di mata rakyat.

Pesan Presiden tersebut muncul di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap berbagai kasus yang melibatkan dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh oknum aparat. Karena itu, pidato di Museum Marsinah tidak hanya dipandang sebagai seruan moral, melainkan juga sebagai peringatan politik dan institusional agar seluruh aparat kembali pada mandat konstitusionalnya.

Dengan nada yang tegas, Prabowo menutup arahannya dengan menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh kepentingan segelintir pihak. Hukum harus berdiri di atas semua golongan dan dijalankan demi keadilan, kebenaran, serta kepentingan rakyat Indonesia secara keseluruhan

(red)

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan Bawah
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
error: Content is protected !!