Sabtu, Juni 6, 2026
spot_img

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Minyak Mentah Pertamina: Jaringan Besar di Balik Pengelolaan Kilang 2018–2023 Mulai Terungkap

Jakarta, RajawaliNewsGrup.com – Gelombang pemeriksaan terus bergulir di tubuh BUMN energi raksasa nasional. Kejaksaan Agung RI melalui Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) kembali memanggil dan memeriksa lima orang saksi kunci dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero) beserta jaringan afiliasinya, Subholding dan KKKS, periode 2018 hingga 2023.

Kelima saksi yang diperiksa antara lain:

1. RF, Manager Operation M&E PT Orbit Terminal Merak.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

2. MRH, Senior Supervisor Quality and Laboratorium PT Orbit Terminal Merak.

3. NBL, Finance Accounting and Tax Manager PT Orbit Terminal Merak.

4. AFN, Pegawai Bank BRI.

5. BP, Director of Crude and Petroleum Tanker PT Pertamina International Shipping.

Menurut sumber internal Kejagung yang enggan disebut namanya, pemeriksaan ini bukan sekadar formil administratif. Tim penyidik diduga tengah menelusuri aliran dana dan transaksi mencurigakan terkait tata kelola distribusi minyak mentah dari kilang hingga kapal pengangkut, yang berpotensi menyebabkan kerugian negara dalam jumlah fantastis.

Kasus ini menyeret nama tersangka HW dan beberapa pihak lainnya (dkk) yang disebut memiliki peran strategis dalam kebijakan teknis maupun keuangan pengelolaan minyak mentah. Pemeriksaan terhadap para saksi dari unsur korporasi, laboratorium mutu, perbankan, hingga transportasi laut menjadi bagian penting dalam membangun konstruksi hukum kasus yang ditengarai berlangsung sistematis dan terstruktur.

Langkah Kejagung ini menunjukkan keseriusan penegak hukum dalam membongkar praktik mafia migas yang selama ini menjadi ruang gelap di sektor energi nasional. Dugaan kolusi antara pihak internal dan mitra bisnis diduga telah merusak sistem pengawasan dan membuka peluang terjadinya penggelembungan harga serta manipulasi volume pasokan minyak mentah.

Pemeriksaan terhadap para saksi tersebut dilakukan untuk memperkuat alat bukti, menelusuri jejak keuangan, dan menuntaskan pemberkasan terhadap para tersangka yang kini mulai mengerucut pada lingkaran tertentu di Pertamina Group.

Publik menanti transparansi penuh dari Kejagung dalam mengusut kasus yang diduga melibatkan oknum berpengaruh di level manajerial dan anak perusahaan Pertamina, sekaligus menjadi tolok ukur keseriusan negara membersihkan BUMN dari praktik korupsi berjamaah.

Rajawali News Grup akan terus menelusuri perkembangan kasus ini dan menghadirkan temuan-temuan terbaru dari lapangan.

(red)

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan Bawah
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
error: Content is protected !!