Cilacap, Rajawali News– Kondisi pekerjaan lining saluran irigasi di Desa Bumireja, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, yang merupakan program BBWS Citanduy melalui Satker SDA OP 2, menjadi sorotan. Pasalnya, bangunan yang baru selesai dikerjakan sekitar lima bulan lalu itu dilaporkan mengalami keretakan di hampir sepanjang pekerjaan.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, retakan tampak pada banyak bagian lining saluran. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pelaksanaan pekerjaan, mengingat usia bangunan yang masih relatif baru.
Warga berharap pihak terkait segera melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab keretakan serta mengambil langkah perbaikan sebelum kerusakan bertambah parah dan mengganggu fungsi saluran irigasi bagi para petani.
Hingga berita ini ditulis, belum terlihat adanya perbaikan pada bagian-bagian bangunan yang mengalami keretakan. Apabila pekerjaan tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan sesuai ketentuan kontrak, masyarakat berharap penyedia jasa segera memenuhi kewajibannya untuk melakukan perbaikan.
Media juga meminta BBWS Citanduy melalui Satker SDA OP 2 melakukan evaluasi terhadap kualitas pekerjaan tersebut agar setiap pembangunan yang dibiayai dari anggaran negara benar-benar memberikan manfaat yang optimal dan memiliki mutu sesuai spesifikasi teknis.
Berita ini disusun berdasarkan hasil pantauan di lapangan. Media membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada BBWS Citanduy, Satker SDA OP 2, maupun pihak pelaksana pekerjaan untuk memberikan penjelasan atau tanggapan atas kondisi yang terjadi.
(red)


