Sabtu, Mei 30, 2026
spot_img

HARGA TELUR DAN DAGING AYAM DI JAYAPURA MELONJAK NAIK

Papua-Rajawali News Online  

Pemerintah Kota Jayapura bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok di sejumlah pasar tradisional dan modern, Kamis 24 Agustus 2023.

Sidak menyasar harga dan ketersediaan bahan pangan sejumlah pasar di wilayah Distrik Abepura dan Distrik Heram. Dalam sidak di Pasar Youtefa, Swalayan Hypermart Tanah Hitam, Swalayan Mega Waena dan Saga Abepura, TPAD Kota Jayapura menemukan gejolak harga,  tapi relatif stabil.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

“Dari pantauan dari sisi ketersediaan stok cukup tersedia, (ada) terjadi gejolak harga, tapi umumnya stabil. Ada beberapa komoditi yang harganya turun dibandingkan bulan lalu dan ada beberapa juga yang masih cukup tinggi,” ungkap Ketua TPID Kota Jayapura, Frans Pekey.

Harga Telur Tembus Rp75 Ribu Per Rak

Frans Pekey tidak menampik masih adanya komoditi yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi. Ia mencontohkan harga daging ayam dan telur. Harga telur misalnya, berkisar Rp 60 ribu hingga Rp 75 ribu per rak.

“Ternyata karena stoknya (telur) terbatas walaupun produk lokal bahkan juga dari luar, sehingga mengalami kenaikan sedikit,” bebernya.

Meski harga telur naik, Frans Pekey mengungkapkan adanya komoditi yang mengalami penurunan harga, seperti bawang putih, bawang merah, dan cabai merah.  Harga ketiga komoditi ini turun ketimbang bulan lalu.

“Harga bawang putih dan bawang merah mulai dari 40 ribu hingga 45 ribu rupiah. Sementara cabai merah pada kisaran 60 ribu hingga 70 ribu rupiah per kilogram,” terangnya.

Harga Ikan dan Daging Terkendali

Frans Pekey memastikan harga dan stok bahan pokok masih terpantau stabil di pasar modern maupun pasar tradisional. Demikian pula ketersediaan beras, harga ikan dan daging cukup terkendali pada bulan ini

“Secara keseluruhan stok cukup tersedia dan aman dan terdistribusi ke semua pasar dengan harga bervariasi, namun relatif turun. Memang ada beberapa mengalami kenaikan akibat keterbatasan stok,” ungkapnya.

Manager Saga Group,  Harry mengungkapkan, kenaikan harga daging ayam dan telur terjadi karena adanya kelangkaan. Ia berharap pasokan daging ayam dan telur dapat teratasi pada bulan September mendatang.

“Khusus untuk daging ayam dan telur memang ada kenaikan harga dan kelangkaan. Ini akibat pemasok kami dari Surabaya dan ini berlaku bagi semua distributor ada kendala di situ,” katanya.

Harry juga mengaku ada kekhawatiran tersendiri untuk harga beras. Hal ini menyusul perkiraan kenaikan harga pada September mendatang. “Harapan kami dengan biaya- biaya yang nanti kami bisa kita tekan, sehingga harga bisa tetap normal atau kenaikan harganya tidak banyak,” ucapnya. 

[ Tim Rajawali ]

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan Bawah
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
error: Content is protected !!