Lahat, Rajawalinews.online
Menutupi Informasi Anggaran Tidak adanya papan nama membuat masyarakat kesulitan memantau besaran anggaran, sumber dana, volume pekerjaan, serta siapa pelaksananya. Terindikasi Korupsi dan Kecurangan,Pekerjaan sering kali diduga dikerjakan secara asal-asalan, tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), atau berpotensi menjadi ajang meraup keuntungan pribadi.

Melanggar Aturan Transparansi,Kewajiban memasang papan nama proyek diatur dalam berbagai ketentuan hukum di Indonesia, seperti Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 serta aturan pengadaan barang/jasa pemerintah.
Dari awal pekerjaan hingga sampai kurang lebih satu minggu pekerjaan tidak ada pemasangan papan kegiatan,Saat dikomfirmasi kepekerja dilapangan sebagian mengatakan pekerjaan Dinas PU dan sebagian mengatakan Dinas Perkebunan. Dikomfirmasi oleh awak media ini 16-09-2026 mengatakan papan proyek belum sempat dipasang, kembali dikomfirmasi 19-09-2026 mengatakan papan proyek ada tetapi disimpan didalam mobil pelaksana.Diduga pembangunan Jalan Cor Beton Usaha Pertanian /Perkebunan menuju Pemakaman Kelurahan Saribungamas Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan menggunakan material kotor, sirtu bercampur tanah dan persis napal, menggunakan semen Merk Jakarta lebih murah dari Semen Baturaja , diduga dibangun tanpa Perencanaan Jalan Pemakaman mengatasnamakan jalan usaha Tani,Diduga dibangun dilahan tanah pribadi milik warga tanpa ada hibah dari pemilik kebun, adukan manual menggunakan tenaga manusia tanpa ada mesin molen.

Adzim salah satu warga yang berkebun sawit di Kelurahan Saribungamas Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan 16-08-2026 kepada awak media ini mengeluhkan, Tanpa ada izin atau pemberitahuan kepada kami selaku pemilik kebun setiba kami dikebun dengan niat memanen sawit sudah ada jalan cor beton ditanah kebun kami.Ditanya dengan para pekerja mereka tidak tahu karena mereka mengerjakan sesuai dengan perintah dari pelaksananya, “ujarnya”.
Kami tidak terima dengan kejadian pengecoran jalan dikebun kami, yang dibuat asal bangun saja tanpa ada pemberitahuan terdahulu kepada kami selaku pihak pemilik kebun, ini merugikan karena yang ditutup jalan cor beton merupakan jalan lalu lintas kendaraan untuk memanen sawit kami.Jika memang jalan perkebunan mengapa dibangun dijalan pemakaman, tetapi jika itu jalan tanah pemakaman mengapa atas nama perkebunan bukan PU sedangkan untuk jalan perkebunan ada jalan yang lama.Material yang digunakan sirtu kotor dan semen merk jakarta yang harganya lebih murah dibanding semenu merk Baturaja,sebagian bangunan ada yang sudah retak”tambahnya”.

Salah satu warga Kelurahan Saribungamas yang tidak mau menyebutkan namanya 19-09-2026 kepada awak media ini mengatakan saya warga sini kurang tahu ini bangunan dari pihak mana , sudah lebih dari satu minggu tidak ada informasi yang dapat kami lihat, jadi kami tidak tahu pekerjaan siapa dan berapa panjang ukuran apalagi dananya, “tuturnya”.
Material kotor ada yang bercampur tanah ada juga seperti campuran napal, untuk semen menggunakan semen Jakarata yang lebih murah dibanding semen baturaja.Sebagian jalan sudah ada yang retak,dari awal pekerjaan tidak ada mesin molen yang mereka gunakan untuk adukan manual menggunakan tenaga manusia,sangat disayangkan dana ini dibangun asal-asalan saja, ” tambahnya”.
Dinas terkait sampai berita ini diterbitkan belum bisa dikomfirmasi.
“BERSAMBUNG KEEDISI SELANJUTNYA”
HERI AS & NITA YUPIKA
“TEAM PEMBURU KORUPTOR”


