Kuningan, rajawalinews.online – Kehadiran Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dalam acara Silaturahmi Lebaran yang digelar Partai Gerindra Jawa Barat di Tasikmalaya memunculkan beragam reaksi. Namun, Ketua LSM Frontal, Uha Juhana, menilai bahwa polemik ini seharusnya tidak perlu terjadi dan mengajak semua pihak untuk berpikir lebih dewasa dalam melihat peran kepala daerah.
Menurut Uha, Bupati merupakan pemimpin semua lapisan masyarakat, bukan milik satu kelompok atau partai tertentu. Dalam kapasitasnya sebagai pejabat pembina politik di daerah, wajar jika Bupati menjalin komunikasi dengan berbagai elemen, termasuk partai politik.
“Jadi tidak ada yang perlu dipersoalkan dengan hadirnya Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar pada acara Silaturahmi Lebaran Partai Gerindra itu. Justru kalau hanya lekat dengan salah satu partai saja akan membuat sekat dan ketimpangan,” tegas Uha dalam pernyataannya, Sabtu (6/4/2025).
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas partai dalam membangun Kuningan ke depan, terlepas dari dukungan politik di masa lalu.
“Saat ini yang diperlukan adalah adanya dukungan dan kerjasama dari semua pihak dalam membangun Kuningan tanpa melihat latar belakang partai, baik yang mengusung maupun yang kemarin tidak mendukung,” lanjutnya.
Uha mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang bersifat personal dan emosional. Ia menegaskan bahwa Dian Rachmat Yanuar merupakan birokrat senior, bukan politisi baru yang mencari posisi aman semata.
“Apapun langkah yang diambilnya dalam bertugas sebagai penyelenggara pemerintahan di daerah hampir pasti dilakukan demi kemajuan dan kemaslahatan pembangunan di Kabupaten Kuningan tercinta,” pungkasnya.
LSM Frontal berharap agar suasana politik di Kabupaten Kuningan tetap kondusif dan semua pihak dapat saling menghormati peran serta tugas pemimpin daerah. (GUNTUR – Kaperwil Jabar)


