Selasa, Juli 28, 2026
spot_img

BOM WAKTU MEGAPROYEK DISDIK DEPOK: Puluhan Miliar Raib di E-Katalog, Pemred Rajawali News Ali Sofyan Siap Seret Oknum ke Penegak Hukum!

DEPOK,Rajawali News— Plototan anggaran bernilai puluhan miliar rupiah di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok untuk Tahun Anggaran 2024 dan 2025 kian menyengat. Berdalih modernisasi pendidikan lewat mekanisme E-Purchasing (E-Katalog), proyek pengadaan sarana belajar dan teknologi ini justru menyisakan kejanggalan sistematis yang mengarah pada dugaan bancakan uang rakyat, mark-up harga gila-gilaan, hingga barang yang tak sesuai spesifikasi.

​Hasil investigasi mendalam dan penelusuran dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) oleh jajaran Redaksi Rajawali News Group menemukan aroma tak sedap pada proyek pengadaan papan tulis interaktif (Smart Board).

​Di TA 2024, Disdik Depok menggelontorkan anggaran untuk dua paket pekerjaan pengadaan papan tulis interaktif dengan jumlah unit yang persis sama: 140 unit. Anehnya, nilai kontrak kedua paket tersebut njomplang sangat jauh! Paket pertama mencekik anggaran hingga Rp32.599.000.000, sementara paket kedua dicatatkan sebesar Rp28.735.000.000. Ada selisih angka hampir Rp4 miliar untuk barang dan jumlah yang sama. Pertanyaannya: Ke mana mengalirnya margin jumbo tersebut? Siapa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan vendor yang bermain di balik angka ajaib ini?

Iklan Sponsor

​Pola penganggaran ugal-ugalan ini berlanjut di TA 2025. Disdik Depok tanpa ragu mengalokasikan dana fantastis Rp26.375.000.000 hanya untuk 125 unit Papan Tulis Interaktif SD 88 Inch (P859 C2 PRO)—sesebuah angka yang menempatkan harga per unitnya di tingkat yang sangat tidak masuk akal. Keganjilan ini makin lengkap dengan pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) berupa Pensil 2B Staedtler Mars Lumograph yang menyedot anggaran Rp7,38 miliar untuk 104.285 siswa, serta belanja mebel sekolah yang menembus Rp14,7 miliar.

​Menanggapi skandal anggaran ini, Pemimpin Redaksi Rajawali News Group, Ali Sofyan, angkat bicara dengan nada keras dan bernada mengancam bagi para pelaku permainan proyek.

​”Jangan jadikan E-Katalog sebagai benteng persembunyian untuk merampok uang rakyat! Perbedaan nilai kontrak miliaran rupiah pada barang sejenis ini bukan cuma kelalaian administrasi, tapi sinyal kuat adanya kejahatan anggaran yang terstruktur. Kami di Rajawali News Group tidak akan berhenti sampai di sini. Tim investigasi kami sudah turun ke lapangan untuk mengecek keberadaan fisik barang di sekolah-sekolah!” tegas Ali Sofyan.

​Tak sekadar menggertak, Pemimpin Redaksi Rajawali News Group, Ali Sofyan, akan melayangkan surat permohonan klarifikasi dan tuntutan audiensi terbuka kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok. Tiga poin krusial yang dituntut untuk dibuka terang-benderang di hadapan publik meliputi:

– ​Uji Petik Spesifikasi Fisik: Membongkar apakah fisik perangkat Smart Board dan mebel yang diterima sekolah-sekolah sesuai dengan spesifikasi teknis 12^{\text{th}} Gen Intel® Core™ i5, SSD 1TB, dan UST Laser Projector pada dokumen RUP, atau justru barang rakitan murah (downgrade).

– ​Audit Efektivitas: Menguliti asas manfaat perangkat high-end puluhan miliar tersebut—apakah benar-benar menunjang KBM atau hanya berakhir menjadi ‘bangkai elektronik’ di sudut kelas akibat guru yang tidak terlatih.

– ​Pembuktian Harga Pasar (Fair Price): Menguji kewajaran harga E-Katalog terhadap harga pasar riil guna menghitung taksiran pasti potensi Kerugian Negara.

​Ali Sofyan menegaskan, pihak Disdik Kota Depok tidak bisa lagi bersembunyi di balik formalitas E-Katalog.
Jika permohonan klarifikasi ini diabaikan atau ditemukan bukti manipulasi fisik dan harga, Rajawali News Group memastikan akan memboyong seluruh berkas temuan ini langsung ke meja penyidik Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

​(Tim Redaksi Rajawali News Group)

Iklan Sponsor
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Iklan Sponsor
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!