Rabu, Maret 11, 2026
spot_img

Atap Sekolah Ambruk Saat KBM, Puluhan Siswa Terluka — Aktivis Desak Sanksi Pidana

BOGOR, Rajawali news -Insiden mengejutkan terjadi pada Rabu pagi (10/9/2025) di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Atap empat ruang kelas ambruk saat kegiatan belajar mengajar masih berlangsung, menyebabkan kepanikan massal dan puluhan siswa mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Beberapa siswa dilaporkan terjepit di bagian tangan dan kaki akibat tertimpa atap baja ringan serta meja belajar yang runtuh bersamaan. Situasi di lokasi sempat kacau, dengan guru dan siswa berhamburan keluar ruangan menyelamatkan diri.

Peristiwa ini memicu gelombang protes dari masyarakat sipil dan aktivis anti-korupsi. Ketua DPC LSM Penjara Bogor Raya, Romi Sikumbang, menilai ambruknya bangunan sekolah sebagai indikasi kuat adanya praktik korupsi dan penyalahgunaan anggaran dalam proyek pembangunan gedung sekolah tersebut.

“Kami mendesak agar aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini, dan menjatuhkan sanksi pidana kepada semua pihak yang terlibat, bukan hanya kontraktor. Harus ada keadilan dan efek jera,” tegas Romi, Kamis (18/9/2025).

Menurutnya, apabila terbukti terdapat ketidaksesuaian bahan bangunan atau spesifikasi proyek, maka hal tersebut merupakan bentuk kecurangan serius yang membahayakan nyawa publik, khususnya anak-anak di lingkungan sekolah.

“Jika benar terjadi manipulasi anggaran atau penggunaan bahan di bawah standar, ini bukan hanya kesalahan teknis, tapi tindak pidana yang merugikan negara dan mengancam keselamatan publik,” tambahnya.

LSM Penjara Bogor Raya juga menyoroti lemahnya sistem pengawasan terhadap proyek infrastruktur publik, termasuk bangunan sekolah yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi siswa.

“Kami mendesak agar pengawasan diperketat dan seluruh pihak yang terlibat — termasuk pejabat pengguna anggaran — turut dimintai pertanggungjawaban,” ujar Romi.

Lebih lanjut, pihaknya meminta agar sanksi yang dijatuhkan tidak hanya bersifat administratif, melainkan juga pidana, untuk memberi efek jera dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Insiden ini menjadi peringatan keras bahwa proyek pembangunan infrastruktur, khususnya sekolah, tidak boleh dijadikan ladang korupsi. Dana negara harus digunakan secara maksimal untuk membangun fasilitas yang berkualitas dan aman bagi masyarakat.(Hesty)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!