Senin, Juli 6, 2026
spot_img

ASN LPSE OTT ” Di Libas Tim Saber Pungli Polres Dan Polda Kalbar Semoga Aktor Intektualnya Terungkap Juga

Kalimantan Barat Ketapang “Rajawalinews.online”

OTT (Operasi Tangkap Tangan) oknum Pejabat ASN (Aparatur Sipil Negara) di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar) oleh tim saber pungli Polres dan Polda Kalbar.

Media Rajawalinews (RN) Group, melansir di salah satu Media Online, ikwalnya penjaringan mendadak oknum ASN LPSE di tangkap dengan adanya indikasi OTT (Operasi Tangkap Tangan), diduga adanya Jual beli paket Proyek Tender dan paket proyek PL di LPSE, satuan Polisi Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polda Kalbar di Beckup satuan Reserse ujung tombak Polres Ketapang Kalbar mencium bau busuk Korupsi di insternal kekuasaan dalam pengadaan satuan barang/jasa seputaran proyek berkelas yahut di lingkungan Pemda yaitu LPSE.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
Dok : Ketua LPSE Subari, saat berjaya dalam mengatur Sisteam Proyek paket Lelang bernilai kelas Kakap

OTT di lingkungan Pemerintah Daerah Ketapang Kalbar yaitu di insternal kekuasaan dalam petunjuk mendapatkan proyek di LPSE bersama Ketua LPSE “Subari beserta CS ” yang di tangkap satuan tim Saber Pungli Polda Kalbar pada hari Rabu (21/09/22) sore kemarin.

Informasi terhimpun, operasi senyap satuan tim saber pungli menangkap ‘ Oknum pejabat Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Ketapang Kalbar “Subari beserta rekan mitra kerjanya sebanyak 3 orang pejabat di Lingkungan LPSE di tangkap dan di angkut ke Polres Ketapang terindikasi kuat adanya potensi Pungli atau sejenisnya dan melakukan kejahatan Korupsi sisteamatis berjema’ah di aliran lingkungan kekuasaan di LPSE.

Dok: Kantor gedung LPSE menjadi perhatian masyarakat saat ini terkait adanya OTT oleh satuan Saber pungli Polda Kalbar.

Kabar penghimpunan fakta dalam pemeriksaan adanya indikasi Pungli atau Korupsi di tubuh Pemda dalam serangkaian kegiatan lelang Proyek di LPSE tersebut beredar Isu yang santer berkaitan dengan diindikasikan adanya jaringan mata berantai dalam sisteam terorganisir dan masif oleh spesialis pelaku Korupsi kebijakan proyek Lelang di LPSE melalui pesan singkat whatsapp. Bahkan ada yang mengatakan Ketua LPSE Ketapang Kalbar terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Awak Media menanyakan kepada Kasat Reskrim Polres Ketapang AKP Muhammad Yasin, namun beliau tidak bersedia menerangkan peristiwa OTT atau Korupsi berjema’ah jaringan sindikat terorganisir struktur masif yang terjaring dalam OTT tersebut, hanya menjawab pertanyaan wartawan dengan mengatakan,”Ada itu dari Polda, tapi saya tidak bisa merinci terkait apa dan masalah apa. Kita hanya menyediakan tempat saja. Mereka dari Polda Kalbar yang tangkap serta tangani” ujar Kasat Reskrim Yasin di Polres Ketapang.

Isu yang beredar Ketua LPSE “Subari CS” luarbiasa gentolnya dalam mengolah disentral dalam menentukan pemenang proyek lelang bernilai Puluhan Milyar berkelas yahuut. Kasus suap di bidang barang/jasa serta suap jual beli Proyek di LPSE merupakan Korupsi uang rakyat berkedok proyek PL dan proyek Tender di LPSE sudah bukan rahasia umum lagi, jangan kasih kendur dan ampun penjahat berdasi dan Tikus bertaring panjang.

Bentuk eskpresi kebahagiaan untuk sebuah apresiasi yang dicapai APH dan acungan jempol atas hasil pengembangan kasus yang dilakukan Polda Kalbar yang begitu serius dalam mengusut kasus Korupsi yang sudah merajalela di tubuh insternal Pemerintahan Daerah Kab. Ketapang Kalbar ini.

Warga masyarakat Ketapang Kalbar sudah sangat jengah dengan isu korupsi di lingkungan Pemerintah Daerah, apa lagi di Dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) serta Dinas lainnya. Pasalnya, korupsi disinyalir telah menjadi biang kerok buruknya pembangunan dan pelayanan public dan menghambat pembangunan Daerah.

Segala bentuk Korupsi membuat masyarakat miskin dan kecil menderita kemiskinan permanen seumur hidup akibat ulah pejabat bangsat berujud manusia berkepalakan Tikus berdasi dan bertaring panjang dan tajam. Memakan uang Negara untuk pembangunan hak masyarakat miskin dalam kasus (OTT) di LPSE Ketapang Kalbar. Inilah fakta betapa buruk dan busuknya roda Pemerintahan yang ada saat ini.

Terpisah disampaikan Ketua Lembaga WRC (WATCH RELATION of CORRUPTION) dan Pengawas Aset Negara Republik Indonesia Unit Kabupaten Ketapang Kalbar ” Yan Pullar.” Dalam ruang lingkup mengawasi dan mempersempit ruang gerak para oknum antagonis yang merusak citra reputasi Pemerintah Daerah dengan kekuasaan Korupsi. Salam Bravo buat satuan Polisi Se-indonesia, sikat dan libas penjalim dan pengkhianat masyarakat dalam kekuasaan jabatan bersifat Korupsi.

Ditambahkan LAKI (Laskar Anti Korupsi Indonesia) ” Jumadi “ kordinator Ketapang,” Saat ini Polisi dari Polda Kalbar dan Mabes Polri menemukan Uang satu kantong plastic, semua di angkut ke Polres Ketapang. Kita merasa kecewa dengan kinerja oknum pejabat Daerah yang melakukan suatu perbuatan yang bersifat melawan hukum, apa lagi sampai Korupsi dalam wewenang kekuasaan dalam jabatan mengarahkan ke salah satu pemenang paket Proyek dengan cara ‘wanipiro’ kalau mau proyek Lelang di LPSE, itu sudah tak asing lagi di LPSE Ketapang Kalbar.” gerutunya Jumadi.

Kita bangga atas keberhasilan Polisi dari Polda dan Polres Ketapang bisa meringkus dan membumi-hanguskan Kejahatan para ASN di Pemerintahan yang Korupsi di LPSE di Ketuai Subari dan terjaring dalam OTT bersama 3 orang CS’nya.” timpalnya Jumadi. *##(Tim Rajawali.002)

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!