ASAHAN – Kehormatan bulan suci Ramadhan 2026 di Kabupaten Asahan dinodai oleh operasional liar Massage District X. Lokasi yang bertempat di Komplek Graha, Kota Kisaran ini, nekat menjajakan praktik prostitusi terang-terangan di tengah imbauan penutupan tempat hiburan malam, memicu dugaan adanya “main mata” antara pengusaha dan oknum pejabat.
Nyali Pemerintah Dipertanyakan
Tokoh adat Ikanas Sumut, Ivan Nasution, S.Kom, melontarkan kritik pedas yang menusuk jantung birokrasi Pemkab Asahan. Ia menilai pemerintah daerah dan unsur terkait seolah kehilangan “taring” dan keberanian untuk menertibkan lokasi maksiat tersebut.
”Jelas salah! Ini bulan puasa, tempat maksiat seharusnya dijauhi dan ditutup. Tapi kalau tetap dibiarkan, berarti Pemkab Asahan tidak punya nyali atau mentalnya sudah runtuh dihadapan pengusaha. Saya menduga kuat ada setoran sehingga terjadi pembiaran,” tegas Nasution dengan nada tinggi, Sabtu (14/3/2026).
Fakta Lantai 2 & 3: Tarif Rp700 Ribu Sekali Kencan
Bukan sekadar isapan jempol, tim investigasi berhasil menembus barikade District X. Seorang wartawan berinisial S melakukan penyamaran ke dalam gedung pada malam hari. Fakta yang ditemukan sangat miris: di lantai 2 dan 3, praktik asusila ditawarkan secara vulgar.
Para pengelola tanpa ragu menawarkan jasa berhubungan badan dengan tarif berkisar antara Rp650.000 hingga Rp700.000. Temuan ini menjadi bukti otentik bahwa District X bukan sekadar tempat pijat biasa, melainkan pusat transaksi syahwat yang tetap “berpesta” saat warga Asahan lainnya beribadah.
Bola Panas di Tangan Kapolres
Menanggapi gejolak ini, Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam. Bersama Kanit PPA, kepolisian berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk membongkar sindikat tindak pidana asusila yang ada di District X.
Kini, publik menunggu langkah nyata dari aparat. Apakah District X akan segera digaris polisi (police line), ataukah dugaan “setoran” yang disebut Ivan Nasution benar-benar menjadi tembok penghalang bagi tegaknya hukum di Bumi Rambate Rata Raya?
(Tim red)


