Minggu, Juni 14, 2026
spot_img

Kualitas Pembangunan Jalan Di Kabupaten Bekasi Tidak Bermutu, Pemkab Harus Evaluasi PPK Di Tahun 2022

Kualitas Pembangunan Jalan Di Kabupaten Bekasi Tidak Bermutu, Pemkab Harus Evaluasi PPK Di Tahun 2022

Kabupaten Bekasi|| Media Rajawalinews.online

Terkait dengan program kegiatan peningkatan jalan di Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Kontruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi tahun anggran 2021 yang masih mengunakan metode konvensional, yaitu melaksanakan pekerjaan jalan yang dibangun atau direhab dilakukan dengan cara jalan cor beton lama ditimpa coran beton baru tanpa pengangkatan dan pemadatan LPB terlebih dulu, sehingga jalan yang dibangun menjadi bertingkat tinggi layaknya membangun sebuah gedung bertingkat, ucap Gunawan Ketua Umum LSM Sniper Indonesia, Minggu 03/10/2021.

âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Menurutnya, “Karena itu, untuk tahun anggaran 2022 Dinas Sumber Daya Air Binaarga Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi penting melakukan evaluasi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan jalan agar hasilnya bermutu dan berkualitas, imbuhnya.

Dikatakan Gunawan, “Selama ini dari tahun ke tahun pembangunan jalan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi belum mampu menciptakan jalan mulus dan rata yang dilalui kendaraan bermotor, bahkan jalan yang baru dibangun setiap tahunnya dari APBD yang mencapai milyaran rupiah, dan dalam beberapa tahun kemudian kembali rusak (pecah/belah) bahkan sudah ada yang hancur. Karena apa, sebab perencanaan pembangunan jalan yang dilakukan oleh Dinas teknis tidak melalui perencanaan yang benar-benar matang sehingga membangun jalan asal terlihat fisiknya tanpa memperhatikan mutu dan kualitas,ungkap Gunawan,

“Kalau Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (DSDABMBK) melakukan perencanaan pembangunan secara baik dan benar, yaitu jalan yang akan dibangun/diperbaiki terlebih dahulu diangkat lapisan tanah atau betonnya dan kemudian dilakukan pengerasan atau pemadatan dengan vibrator dan setelah itu baru dilakukan pemasangan pembesian lalu pengecoran, tentu hasilnya akan bermutu dan berkualitas. Selain dengan perencanaan yang matang dalam membangun jalan harus pula dibarengi pembuatan tembok penahan tanah (TPT) kiri dan kanan jalan ketika kondisi tanahnya labil, dan ini diperlu dilakukan untuk menjaga jalan yang baru dicor tidak mudah belah atau patah,tuturnya.

Lebih lanjut Gunawan mengatakan, tak kalah pentingnya, peran konsultan perencanaan dan pengawas sangat berpengaruh atas kualitas dan mutu pembangunan jalan, karena keduanya itu memang sudah dibiayai APBD untuk berkerja dan bertugas mengawasi jalannya pembangunan. Tapi, kenyataannya jarang sekali ditemukan pihak konsultan ada dilokasi kegiatan proyek pembangunan. Dan Ini semestinya Dinas teknis bertanggung jawab.tukas Ketum Sniper Indonesia yang dikenal vokal tersebut.

“Jadi, berapapun besaranya APBD Kabupaten Bekasi yang dikucurkan setiap tahunnya untuk program pembangunan infrastruktur jalan tidak akan berhasil membangun jalan baik selama perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan infrastruktur jalan tidak dievalusai secara komprehensif, Dampaknya masyarakat Kabupaten Bekasi selamanya tidak akan pernah mendapatkan kepuasan pelayanan publik dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, pungkasnya.(SS)

Sumber : Gunawan, Ketua Umum LSM SNIPER INDONESIA.

âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!