Tambun Selatan, Rajawali News, 19 Juni 2026 – Lingkungan pendidikan kembali dijadikan benteng utama melawan ancaman narkoba. Gerakan Anti Narkoba Indonesia (GANISA) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karawang sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba yang menarik dan menyentuh di lingkungan SMA Negeri 7 Tambun Selatan. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran dini serta membekali siswa dengan wawasan dan keberanian untuk menolak segala bentuk peredaran dan penggunaan zat berbahaya.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Tambun Selatan, Ibu Dian Widyasari, S.Hum., M.Pd, didampingi Koordinator Bidang Kesiswaan, Ibu Ira Etsuko. Dari jajaran pemateri dan pengurus GANISA hadir Eka Oktaviani (Wakil Sekretaris Jenderal DPP GANISA) serta Ustadz Imam Zarkasih (Deputi Bidang Rehabilitasi DPP GANISA) Wawan Kustiawan (Komandan Satgas Dpp Ganisa) Sementara itu, perwakilan resmi BNN Kabupaten Karawang yang turut hadir dan memberikan materi utama adalah Bapak Mohammad Khoirul Anam, S.Sos.I – Penyuluh Narkoba Ahli Muda sekaligus Ketua Tim P2M, serta didampingi oleh Nira Rum Winangkis (Perencana Ahli Muda BNN Karawang).
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Ibu Dian Widyasari menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif kolaborasi ini. “Sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu akademik, tetapi juga tempat membentuk karakter dan masa depan anak bangsa. Kehadiran GANISA dan BNN Karawang memberikan kekuatan tambahan bagi kami, agar siswa tidak hanya tahu bahayanya, tetapi benar-benar sadar dan bertekad tegas menjauhinya. Kami berharap siswa SMAN 7 Tambun Selatan menjadi pelopor lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan bebas narkoba,” ujarnya.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif dan disesuaikan dengan pola pikir remaja. Bapak Mohammad Khoirul Anam menekankan bahwa narkoba bukanlah solusi, melainkan pintu masuk kehancuran. “Di usia emas ini, setiap siswa memiliki potensi besar untuk berprestasi. Narkoba akan merampas fisik, akal sehat, hingga cita-cita yang telah dibangun. Pilihan ada di tangan kalian: memilih jalan sehat yang cerah, atau terjebak dalam jeratan yang sulit dilepaskan,” jelasnya di hadapan ratusan siswa yang hadir dengan antusias.
Sementara itu, perwakilan GANISA, Eka Oktaviani dan Ustadz Imam Zarkasih, Wawan Kustiawan , menyampaikan pendekatan yang menyatukan aspek kesehatan, hukum, dan nilai-nilai kehidupan. “GANISA hadir sebagai ‘Pejuang Kemanusiaan’ yang berdiri bersama siswa, sekolah, dan pihak berwenang. Kami ingin menanamkan prinsip bahwa menolak narkoba adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, agama, dan bangsa,” ungkap Eka. Ustadz Imam juga menambahkan bahwa kekuatan iman dan lingkungan pertemanan yang positif adalah perlindungan paling ampuh bagi remaja. Wawan Kustiawan Menyampaikan bahwa Generasi Emas Bangsa tidak boleh lepas dari perhatian kita bersama,karna Merekalah Ujung tombak Bangsa kedepannya.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk menjadi agen penyebar informasi di lingkungan masing-masing. Para siswa tampak antusias dan berjanji akan menerapkan sikap tegas “Just Say No!” terhadap segala ajakan yang mengarah pada narkoba.
GANISA dan BNN Karawang menegaskan bahwa kerja sama ini tidak berhenti di satu kegiatan saja, melainkan akan terus dikembangkan menjadi program berkelanjutan demi menjaga generasi muda Indonesia tetap sehat, berprestasi, dan bermanfaat.
(A)


