Purwakarta, Jabar ||
Sejumlah program pemerintah seperti Dana Desa, Pembangunan Desa, dan Infrastruktur Desa dirancang untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat desa. Namun di Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, program mulia ini justru menuai tanda tanya besar.
Saat tim gabungan media meninjau lokasi perbaikan jalan pertanian di Kampung Oa, masyarakat menyatakan bahwa proyek tersebut bukan hasil bantuan pemerintah, melainkan hasil patungan warga.
Mita, Ketua RT 10, membenarkan bahwa jalan tani yang sedang diperbaiki murni berasal dari iuran masyarakat. “Ada yang nyumbang semen, ada yang bawa material. Kita sudah sering ajukan perbaikan ke desa, tapi tidak pernah digubris. Akhirnya warga sepakat gotong royong,” ujar Mita di lokasi.
Asep Jhoni, anggota Karang Taruna Wanawali, juga menambahkan bahwa hanya sebagian kecil proyek—seperti saluran air—yang menggunakan Dana Desa. “Soal anggarannya kami tidak tahu pasti, tanya saja langsung ke Kades,” katanya.
Kecurigaan warga memuncak karena selama masa jabatan Kades Wahyu, transparansi dana desa dinilai minim. Tokoh masyarakat pun mulai mempertanyakan: ke mana sebenarnya aliran dana desa selama ini?
Saat dikonfirmasi di kantor desa, Pupung—Kaur Perencanaan Desa—menyebut bahwa proyek saluran air di Kampung Oa menggunakan anggaran Dana Desa sebesar Rp90 juta untuk drainase sepanjang 65 meter. Namun ia mengaku tidak tahu detail ukuran dan pelaksanaannya, dan menyarankan wartawan menanyakan langsung ke Wawan selaku TPK (Tim Pelaksana Kegiatan).
Ironisnya, saat dipanggil, Wawan justru mangkir dengan alasan “ada keperluan mendadak.”
Hingga berita ini diterbitkan, Kades Wanawali, Wahyu, belum dapat dimintai keterangan.
Tim KWCP


