Kuningan, rajawalinews.online — Sebuah permasalahan serius muncul di Desa Lebakwangi, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan. Masyarakat setempat mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap Kepala Desa Lebakwangi, Sdr. Nuryaman, terkait penanganan tuntutan yang telah diajukan dalam dua audiensi sebelumnya, yakni pada tanggal 6 Januari dan 22 Januari 2025. Tuntutan ini terkait sejumlah isu yang belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah desa.
Surat yang diterbitkan oleh Masyarakat Peduli Desa Lebakwangi pada 30 Januari 2025 menyoroti ketidakpedulian Kepala Desa terhadap berbagai masalah yang telah diutarakan. Menurut surat tersebut, meskipun tuntutan ini telah diajukan secara resmi melalui surat pernyataan yang ditandatangani oleh Kepala Desa, sampai saat ini tidak ada langkah konkret atau upaya penyelesaian yang dilakukan oleh pihak desa. Tuntutan yang diajukan tersebut, yang didasarkan pada hasil audiensi, dipandang sebagai persoalan mendesak yang memerlukan perhatian dan tindakan segera.
Sebagai tindak lanjut, masyarakat Desa Lebakwangi merencanakan untuk menggelar orasi yang akan dilaksanakan pada hari Jumat, 31 Januari 2025, mulai pukul 08.00 WIB di Halaman Balai Desa Lebakwangi. Dalam surat tersebut, masyarakat menegaskan agar seluruh perangkat desa hadir dalam orasi tersebut. Diperkirakan lebih dari 200 orang akan mengikuti aksi ini, yang bertujuan untuk mendesak Kepala Desa untuk segera menanggapi dan menyelesaikan permasalahan yang ada.
Tuntutan masyarakat ini menunjukkan adanya ketegangan antara warga dan pemerintahan desa, yang didorong oleh ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah desa dalam menanggapi masalah yang ada. Hingga kini, langkah-langkah penyelesaian yang diharapkan masyarakat belum terwujud, dan orasi yang akan dilaksanakan menunjukkan bentuk protes atas kegagalan komunikasi dan penyelesaian masalah antara pihak pemerintah desa dengan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Nuryaman, yang dihubungi untuk memberikan klarifikasi, belum memberikan tanggapan resmi terkait surat dan rencana orasi tersebut.
Tindak lanjut dari permasalahan ini akan sangat menentukan kelanjutan hubungan antara masyarakat dengan pemerintahan desa. Isu ini juga mencerminkan pentingnya komunikasi yang efektif dan responsif dalam mengelola tuntutan masyarakat agar tidak berlarut-larut dan berujung pada ketegangan sosial. Pemerintah desa diharapkan dapat segera menyikapi masalah ini dengan langkah nyata untuk menghindari eskalasi lebih lanjut. (GUNTUR – Kaperwil Jabar)


