Jumat, Juni 19, 2026
spot_img

Pemdes Desa Karanganyar Tepis Pemberitaan Miring Soal Program Ketahanan Pangan

Bekasi || Media Rajawalinews.online

Adanya dugaan Mark-up anggaran pada program ketahanan pangan di Desa Karang Anyar, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, akhirnya di klarifikasi oleh pihak Pemdes.

Hal itu di paparkan oleh Apriyandi selaku Kaur Perencanaan, Desa Karanganyar, menurutnya program ternak lele ketahanan pangan sudah sesuai dari yang di anggarkan, hal itu di bagikan kepada 3 Dusun dan itu dikelola oleh kelompok.

âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

“Ketahanan pangan ini sesuai yang di usulkan oleh masyarakat, yaitu diadakannya pemberdayaan dalam ternak lele dengan jumlah tiga titik dari tiga dusun, untuk satu titik atau satu dusun dikelola oleh 1 kelompok yang berjumlah 5 orang,” ujarnya,Minggu (06/02/2023)

Masih kata Apriyandi, satu kelompok ini mendapatkan satu paket lengkap alat untuk berternak lele dari apa yang dibutuhkan oleh kelompok itu sendiri dan hal itu diturunkan secara bertahap.

“Pemdes itu menurunkan kebutuhan secara bertahap kepada 3 kelompok ini, karena yang di namakan hewan ternak itu sipatnya bukan hewan benda mati dia kan hidup, ada unsur pengecekannya ada sortirannya, nanti ketika ini digelontorkan sekaligus dikhawatirkan oleh pihak Pemdes kelompok tersebut secara SDM tidak sanggup dalam mengelolanya karena itu Pemdes Karang Anyar melakukannya secara bertahap.” Ujarnya Kepada media.

Pemerintah Desa sudah merealisasikan hal itu sudah hampir 2 bulan, bukan hanya itu pemeliharaannya pun sampai saat ini masih berjalan untuk kelompok kelompok yang terus di pantau.

“Alhamdulillah buktinya ada beberapa kelompok yang sudah menjual dari ketahanan pangan ternak lele tersebut, hasilnya akan di putar kembali sesuai ternak itu sendiri untuk penambahan bibit pakan makan lele dan kebutuhan lainnya, jadi tidak setelah dijual habis begitu saja jadi bisa terus berkepanjangan.” jelas Apriyandi.

Jadi menyimpulkan hal tersebut, dirinya menepis adanya dugaan dugaan tentang anggaran ketahanan pangan ternak lele.

“Dugaan dugaan yang sebelumnya ada itu tidak benar, sampai saat ini ternak lele sedang berjalan, itu semua masih ada lengkap di 3 kelompok nya masing masing, jadi kami juga selalu berkomunikasi untuk monitoring melalui handphone, apa saja yang menjadi keluhan para kelompok kita cari solusinya, seperti sebelumnya pertama kali di turunkan itu bibit banyak yang mati, namun hal itu dapat pergantian tanggung jawab dari pihak yang mengirimkan bibit tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya Arnih Aryanih selaku kepala desa beserta Mulyadi selaku Sekdes telah menerangkan di desa bahwa anggaran itu tidak benar dijadikan sebagai bancakan, namun hal itu sudah sesuai dengan apa yang harus di berikan kepada kelompoknya masing masing sesuai yang sudah di anggarkan.(***)

âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!