Ketapang Kalimantan Barat ‘’ Rajawalinews.online ‘’
Kesekian kalinya pemberitaan terbit di tahap awal berjudul ’’Proyek Museum Politik Santun Korupsi Milik Dinas Pariwisata Menjadi Ajang Tempat Bermain Mesum. Ikwal proyek disinyalir tak bermanfaat serta adanya kuat indikasi Proyek Museum di Taman Sepakat Kelurahan Sampit Kecamatan Delta Pawan bentuk proyek pembulak alias proyek akal-akalan milik Pemerintah Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar), di Lansir dari salah satu Media Online berjudul “Pemda Ketapang Akan Sulap Museum Sepakat Jadi Mall Pelayanan Publik”.

Ironisnya pihak Pemerintah Daerah Ketapang Kalbar terindikasi membuat opini-opini Licik dan Plin Plan. Disinyalir telah melakukan penyimpang dari wewenag dalan kekuasaan, dari tahap awal perencanaan dan pelaksanaan Proyek Gedung di depan Taman Sepakat adalah Proyek pembangunan Gedung Museum, dengan mudah dan gampangnya di sulap menjadi Mall Pelayanan public. Inilah yang disebut proyek dan pungsiguna kebijakan mengekperesikan pengadaan barang/jasa Sontoloyo.
Terkait dana anggaran bangunan Museum di Taman Sepakat bersumber aliran keuangan APBD kebijakan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Awal perencanaan dalam proyek yang di susun secara Hak paten yang telah tercetus di dalam keasetan Daerah dan Negara bentuk bersifat proyek Museum yang telah baku di dalam ketentuan SOP dan Protab sebagai Asset Daerah dalam perencanaan serta berwujud Nyata.

Semudah serta segampang Sontoloyo Aseet Museum di rubah dengan Kebijakan Pak Kucai dijadikan Mall Pelayanan Public, banggunan di lokasi lapangan Sepakat Kelurahan Sampit Kecamatan Delta Pawan. Di Lansir dari salah satu Media Online yang menuliskan bahwa Samson Nopen dari Dinas Pariwisata mengatakan “Dari hasil kesepakatan tahun ini sudah ada anggaran untuk renovasi gedung tersebut menjadi Gedung Mall Pelayanan Publik”.
Proyek 2 lantai kontes awal perencanaan merupakan proyek pembangunan Museum milik Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Ketapang Kalbar, kondisinya Gedung Museum rusak berat akibat tidak difungsikan sesaui dengan tujuan perencanaan awal proyek Museum tersebut, lantaran kondisinya memprihatinkan dan Signifikan caruut marut, rusak dan terbengkalai. Kini tempat tersebut terindikasi digunakan menjadi ajang tempat pasangan muda-mudi untuk berbuat mesum dan tempat mengelem serta menjadi tempat Makan Sabu-Sabu yang sudah disediakan Pemerintah. Bangunan Gedung Museum proyek kebijakan menyimpang dan kepentingan sepihak dalam melakukan bentuk manuver Korupsi anggaran visualisasi abal-abal.

Proyek milik Pemerintah Ketapang yang di kelola Dinas Pariwisata menjadi ajang sarang tempat Mesum dan berzinah pasangan muda-mudi, tidak menutup kemungkinan Pemerintah Daerah membangun Gedung 2 lantai atas nama Museum emang dijadikan tempat Mesum dan tempat Zinah serta tempat menggunakan barang terlarang maupun tempat hal lain-lain yang telah disediakan Pemerintah dalam bentuk Gedung Aset terbengkalai dan Tahun ini 2022 mau dianggarkan kembali dengan kebijakan wewenang menyimpang dan petunjuk Carut maruut untuk menghalalkan uang yang Haram menjadi Halal, dianggarkan lagi dan lagi perbaikan gedung Museum tempat Muda-Mudi berhubungan Esek-Esek.
Proyek Museum milik Dinas Pariwisata Pemerintahan Ketapang Kalbar terindikasi super Khusus dianggarkan setiap tahun dari tahun 2017 hingga saat ini, proyek Museum di lokasi Taman Sepakat terbengkalai menjadi tempat Kawula Si-Macan belang dan muda-mudi untuk tempat mengelem, pakai Narkoba dan tempat berbuat Mesum di dalam Gedung milik Pemerintah yang di kelola Dinas Pariwisata.
Kondisi bangunan yang menelan keuangan Negara bernilai fantastis dan Ekonomis semakin tidak terurus, indikator kuat adanya potensi Korupsi sisteamatis berjema’ah dalam perencanaan serta penggangaran menelantarkan Aset Negara (Museum). Ironisnya, bangunan yang mahal milik Pemerintah Daerah digunakan serta dijadikan tempat nongkrong dan berbuat tempat mesum oleh anak-anak kawula muda Si-hidung belang mata keranjang. Disinyalir Pemerintah ada unsur kesengajaan untuk meyediakan serta bersekongkol untuk jadikan Gedung Museum menjadi tempat Esook Esek.
Diungkapkan pemuda putra setempat pada Rajawalinews (RN) Group beberapa minggu yang lalu.’’ yang biasa disapa dengan panggilan Hen,” Pembangunan ini dianggap gagal, pembangunan gedung ini dijadikan tempat anak-anak untuk mengkonsumsi narkoba, mengelem dan minum arak. Yang lebih memprihatinkan adanya jenis (kondom) penyampul kelamin atau pengaman kontrasepsi dalam hubungan sex berserakan di dalam gedung proyek Pemerintah yang di kelola Dinas Priwisata yang katanya Gedung Museum berselubung maksiat.
Proyek milik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintahan Kab. Ketapang Kalbar ini selayaknya dimanfaatkan sesuai fungsinya sebagai bangunan Museum milik Pemerintah Daerah. Awalnya pembangunan ini bagus namun pada akhirnya menjadi seperti ini, tidak ditempati dan dimanfaatkan dengan semestinya hingga bangunan ini menjadi rusak dan hancur menjadi ajang tempat bermain mesum. Dari awal sampai saat ini bangunan Museum tidak ada manfaatnya. Proyek ini terkesan kepentingan sepihak dan kelompok untuk menghalalkan Korupsi keuangan Negara yang haram menjadi halal bentuk pembangunan Gedung Museum tak bermanfaat,”celotehnya Hen.
Proyek pembangunan Museum dari kaca, pintu dan jendela yang bernilai ratusan juta sudah banyak hilang. Dek/plafon, atap dan lantai keramik banyak hilang dicongkel orang yang jahil. Sangat disayangkan pembangunan gedung Museum milik PEMDA dan Negara tidak berfungsi dan hanya menjadi kepentingan Politik santun untuk mengerogoti keuangan Negara tak tepat sasaran beserta kebijakan menyimpang dalam wewenang kekuasaan jabatan arahan kebijakan pembangunan Museum tak bermanfaat,” tandasnya Hen.
RN mengkonfirmasi Kabid Dinas Pariwisata ‘Diky’ mengatakan,”Itu bangunan akan diserah-terimakan pada Pelayaan Terpadu, mau di bikin Dokumennya nanti, mau dijadikan Mall pelayanan. Itu proyek di bidang Kebudayaan, lebih jelas dan mecingnya temui ibu Agahta di bidang kebudayaan.”terangnya Kabid Dinas Pariwisata Diky.
RN mengkonfirmasi lanjut bersama bidang Aset Pemerintah Daerah Selasa (14/06/22) dikatakan pihak Asisten stap penjaga Tamu,” Pihak pengelola Aset lagi Rapat. Keesokan harinya lagi Tim RN datang ke kantor bidang Aset Daerah dikatakan kembali oleh Stap penjaga Tamu dari POL – PP,” Bidang aset Daerah lagi ada tamu dan rapat, rapat serta rapat. Disinyalir indikasi pihak Pengelola Keasetan Pemerintah Daerah Alergi bersama wartawan dan disinyalir kuat dugaan asset Daerah dari Gedung, Mobil dan Sepeda Motor milik Aset Daerah di jual atau digelapkan oknum di Bidang Aset Daerah Pemerintah Ketapang Kalbar. Analisis fakta dilapangan, pihak Bidang Asset ogah ditemui wartawan RN, ada apa di balik Aset yang dipindah-tangankan bentuk rampok uang Negara berkedok proyek Museum ‘’ dijadikan Mall Ilustrasi Pemerintah aliran menyesatkan.*## (Tim Rajawali)


