Pagar SDN 67 Desa Karya Mulya memprihatinkan

Prabumulih-Sumsel || Media Rajawalinewsonline


SDN 67 yang terletak di Desa Karya Mulia Kec. RKT Kota Prabumulih sangat memprihatinkan demi untuk menghalangi hewan hewan yang bekeliaran diDesa tersebut SDN 67 berusaha menghalangi dengan membuat pagar ala kadarnya menggunakan waring namun hal tersebut dari pantauan media ini dilapangan walaupun sudah dipagar keliling namun hewan hewan masih dapat masuk ke lokasi sdn tersebut.

Bisa kita bayangkan berarti selama ini para siswa dan guru yang sedang melakukan kegiatan belajar mengajar berdampingan dengan kegiatan hewan hewan terutama kambing yang banyak berkeliaran diDesa ini, selain bau yang menyengat dan tak sedap ditambah lagi kotoran kambing yang berserakan disana sini membuat ketidak nyamanan dilingkungan ini. Menurut informasi yang didapat kepala sekolah sudah beberapa kali mengajukan permohonan pembangunan pagar ke pihak diknas namun sampai saat ini belum ada tanggapan kapan akan dipagar.
Ditempat terpisah, kepala Dinas Pendidikan saat di konfirmasi beberapa waktu yang lalu menjelaskan” Sudah beberapa kali kita anggarkan namun belum terealisasi karena anggaran kita masih tarbatas dan beberapa proyek pembangunan yang kita ajukan banyak yang dipangkas oleh DPRD jadi harap bersabar dulu” Ujar Kusron.


Namun yang sangat disayangkan sementara sd Yang sudah memiliki pagar malah dapat pembangunan pagar kembali seperti sdn 12 pagar yang sudah ada dirombak dan dibangun kembali , disini terlihat bahwa pihak sarana dan prasarana diknas tidak bekerja Yang sebenar benarnya dan tidak bisa membedakan mana Yang masuk dengan skala prioritas dan bukan Prioritas diduga tidak meninjau langsung kelapangan dari permohonan masing masing sekolah, bila pihak sarana prasarana betul betul bekerja maksimal pasti akan mendahulukan sekolah sekolah seperti contoh sdn 67 belum lagi sekolah sekolah yang lain yang sangat membutuhkan pagar. Dalam hal ini kelihatan sekali bahwa sekolah sekolah yang berada dilingkungan plosok plosok desa seperti dianak tirikan sementara sekolah sekolah yang berada dilingkungan kota tiap tahun hampir mendapat pembangunan baik rehab maupun pembangunan baru.
Menurut Sekda sewaktu dibincangi wartawan media ini menjelaskan”
Itu orang diknas yg tidak bekerja maksimal dan kurang gesit serta tidak bisa membedakan skala prioritas dan bukan Prioritas ini perlu kita panggil dan dirapat kan kembali lagi nanti ” Ujar Sekda” (Sakren)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here