19,7 Milyar Proyek Jln. Pematang Gadung – Pelang Indikasi Ada Mafia Volume Pengadaan
Kalimantan Barat Ketapang ‘’|| Media Rajawalinews.online
Kegiatan Proyek peningkatan Jalan Pematang Gadung, Kec.Matan Hilir Selatan Kab.Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar) Nomor kontrak: P/61/PPKDAK/DPUTR-B.602/VII/2021.’’ Indikator kuat Dugaan adanya praktek Mafia dalam pelaksanaan kegiatan Proyek Akses Jln. Parit Berdiri, Pematang Gadung – Pelang sebesar Rp.19,7 Milyar. Exsen Pelaksanaan Disinyalir adanya potensi kecurangan dengan mengurangi volume penghamparan Material pengadaan LPB dan LPA tidak sesuai spek. Yang ditentukan di dalam Dokumen Kontrak. Pengadaan bahan lapis pondasi bawah persyaratan spesifikasi.

Dari hasil pantauan Rajawalinews (RN) Rabu (01/9/21), di lokasi dalam pengerjaan tersebut, Kontraktor Pelaksana PT. Tamarin. Bersumber Keuangan dari DAK Penugasan Kab.Ketapang Kalbar.TA.2021.
Hasil temuan RN saat Investigasi lapangan, ditemukan adanya pengurangan Iteam pengadaan satuan Barang/Jasa dalam Volume ketentuan aturan dan UU yang berlaku, antaranya: Ketebalan dan Disaen yang bervariasi, dari tinggi bagesting dan diduga adanya penyelewangan yang dilakukan oleh pihak kontraktor dan Tidak menutup kemungkinan adanya permainan KongkaliKong antara Pelaksana serta pemilik Proyek Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Jln. Jenderal Sudirman No.17 Kab.Ketapang Kalbar, pasalnya di dalam pelaksana tidak ada sisteam pengawasan dari Dinas pemilik Proyek sehingga adanya kesan-kesan yang kurang berkesan dalam penghamparan LPB-LPA dan kebersihan situasi dalam kegiatan maupun pengadaan jenis satuan barang/Jasa tidak ada pengawasan dari Dinas pemerintah terkait di lapangan, sehingga adanya indikasi Mafia-Mafia satuan pengadaan barang/jasa untuk mengurangi Volume sehingga terjadi Mafia mengurangi Kualitas dan kuantitas, serta tidak menutup kemungkinan berakhir Proyek jalan yang di bangun tidak bertahan lama dan cepat Rusak, Retak dan terkelupas berlobang-lobang dengan Modus operandi selalu hadir dan di katakan ‘kita bekerja di dalam Proyek kan ada ’Masa Perawatan’, kata perawatan adalah bentuk Modus Mafia dalam Proyek kelas Kakap.
RN Konfirmasi pada Riyan Pengawas Lapangan, disampaikannya,” Pekerjaan yang dikerjakan bersumber keuangan dari APBD Ketapang, pekerjaan saat ini adalah penghamparan LPB-LPA dan untuk Hotmix ketebalannya 5.cm, untuk pengadaan timbunan jenis tanah pilihan Tanah Laterit kita mengambil di Sungai Gayam Kendawangan dan batu Spit kita mengambil di tempat Ajang di Sukabangun, saat ini kita bekerja baru mencapai 6 – 7 Persen, gejala di lapangan cuaca, inikan musim penghujan. Semua kegiatan proyek jalan ini Lebarnya 4 m dan panjangnya 6,5 km gabungan dengan yang ada 9 km, semua pekerjaan bisa berubah-rubah,” katanya Riyan pengawas lapangan Proyek Jalan 19,7 Milyar.
Intelektualitas instrumen tak ada orang bekerja dan berbisnis tekor maupun Bangkroot, semua sang Bisnis mau untung dan untung, di dalam hal untuk mendapatkan tender itu bukan lagi Rahasia Umum, di pangkas sekian Persen, Please untuk pembuatan hak dan kewajiban serta untuk mengarahkan dan di arahkan untuk mendapatkan proyek itu tuu sekian persen. Indikasinya bagian mafia, kalau tidak Mafia dalam pelaksanaannya bagaimanapun harus dapat untung, apapun yang terjadi mengurangi Mutu dan kualitas proyek berakhir cepat rusak dan hancur, siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan tak lain tak bukan masyarakat kecil dan miskin yang menjadi korban dan pendanaan proyek keuangan Rakyat dari pajak kembali ke rakyat dalam bentuk proyek tak bermutu, asal kerja dan hanya sebatas berdasarkan bentuk fisik untuk menghindar sisteming Korupsi, bila ada temuan dan Audit dari BPKP dan KPK serta oknum penegak hukum lainnya adalah temuan Proyek hanya sebatas terkesan Mark-Up bukan potensi proyek ladang Korupsi sisteam berjema’ah. Proyek Korupsi adalah Proyek Sakti berlaku sopan dan santun serta pintar mengelak dan berkelit antara pelaku serta pemilik proyek PA, PPK dan PPTK DPUTR Ketapang Kalbar. Menjadi sorotan dan perhatian hingga sampai saat ini, proyek Pelang-Tumbang Titi 56 Milyar hancur terindikasi proyek Korupsi, namun tak ada aktor dan tersangkanya. Ada Apa di balik ini semua dengan Proyek Kebijakan? *## (Yan)


