Viral,, di media sosial pembangunan jembatan darurat Bailey yang terletak di desa sukamenang kecamatan karang jaya kabupaten Musi Rawas Utara di setop warga akibat upah tukang belum dibayar oleh kontraktor.
Hal itu ditulis dalam posting Facebook atas nama Iran’sawiran warga desa sukameng pada Sabtu 12 April 2025, dengan isinya sebagai berikut:
“Cubo Safri Valza di tegaskan legi jerambah ko kabarnyo orang pekerja pemasangan disetop bos Yopi menurut cerita upah belum dibayar sebesar 50 juta
Kalu be Ado titik terang e Jak dewan Iwan (Wan) Apika (ikel) kalu nak Badu pulak jerambah mandi gawe man target e tapa liwat,” Tulis sawit dengan bahasa has desa sukameng.

Postingan itu kembali di bagi oleh akun Facebook milik Hengki tornado warga Desa Rantau Telang yang juga sudah dikomentari ratusan pengamat Media sosial.
Dalam potongannya jengki Tornado berharap kepada pemangku kebijakan untuk mengawasi Proyek tersebut.
“Mohon kepada pemangku kebijakan dan pengawas kapan la badu Jembatan ko yo.
Jangan di politik gi kami oi pemilihan labadu galok,” harap Hengki kepada pejabat pemangku kebijakan di kabupaten Muratara khususnya angota Dewan Perwakilan Rakyat dapil 2 kecamatan karang jaya.
Iwansyah, SH. Dewan perwakilan rakyat Dapil 2 waktu di konfirmasi lewat pesan WhatsApp mengatakan Meraka masih rapat.”Masih rapat mereka prihal karyawan lokal,” jawabnya jawabnya.
Apika (ikel) angota Dewan Perwakilan Rakyat dapil 2 dari preksi partai Nasdem mengatakan mereka terus mengawi pembangunan itu.
“Kami terus mengawasi pembangunan jembatan itu bahkan setiap sidang pripuna selalu saya sampaikan agar pembangunan jembatan itu segera di selesaikan.
memnag ada masalah sedikit dengan masyarakat kita karyawan lokal Maslah upah yg belum di bayar oleh kontraktor tapi kan pekerjaan belum selesai.
Tetapi mereka ngotot Meminta kontraktor segera membayar upahnya,”katanya.
Saya sendiri baik secara dinas pun pribadi terus melakukan pengawasan dan koordinasi kepada pemerintah Desa dan yang terkait lainnya dalam masalah ini, tetapi masyarakat kita Masi ngotot meminta dihentikan sebelum upah nya dibayar kalau sebatas 1-2 juta bisa saya bayar pakai uang saya pribadi dulu, kalau lebih dari itu saya tidak punya uang nya.” Tambah Afika (ikel) Anggota dewan dari fraksi partai Nasdem itu.
Pihak PU muratara setelah di hubungi lewat via telpon belum menjawab.
Red (Sp)


