Bekasi, Rajawalinews – Dalam Undang-undang Pers terdapat pengertian pers, perusahaan pers dan wartawan. Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, media siber dan segala jenis saluran yang tersedia, dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban dan peranannya, pers menghormati hak asasi setiap orang, karena itu pers dituntut profesional dan terbuka untuk dikontrol oleh masyarakat.

Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme. Atas dasar itu, wartawan Indonesia menetapkan dan menaati Kode Etik Jurnalistik.
Di lain pihak oleh beberapa kalangan media di anggap juga sebagai penghalang bahkan alergi dengan pemberitaan, semisal beberapa waktu lalu awak media Monologis, Dian Surahman mendapat ancaman dari oknum Kepala Puskesmas Babelan 2, ketika Dian Surahman hendak mengkonfirmasi Kapuskes Babelan 2 melalui pesan WhatsApp terkait pemberitaan yang di lansir suara Cikarang.com yang berjudul “Kapuskes Babelan 2 enggan keluarkan surat keterangan pasien covid 19 yang sudah meninggal”
Alih-alih bukan mendapatkan jawaban yang baik malah mengeluarkan nada ancaman, “Saya tuntut anda UUD IT menyebabkan berita yang tidak semestinya”
Kita liat aja ya..jangan coba-coba berbuat tidak menyenangkan dan membentuk opini buruk anda siap-siap, ujar Dian Surahman membeberkan isi pesan WattsApp dari Kapuskes Babelan 2,
Hal Senada juga di sampaikan ketua benteng Bekasi DPC Babelan (Marsup)
“Saya juga menerima pesan WattsApp kurang lebih hampir sama isi pesannya,
“Pak saya tidak suka bapak mengeluarkan pemberitaan di media yang mencemarkan nama saya selaku Kapuskesmas, saya punya hak melaporkn anda,!!!,, ” tutur Marsup atas isi pesan Wattsap Kapuskes Babelan 2,
Lalu bang Marsup membeberkan bukti isi percakapannya kepada awak media,
Yang kurang lebih percakapannya seperti ini,
“S”
“Pak saya tidak suka bapak mengeluarkan pemberitaan di media yang mencemarkan nama saya selaku Kapuskesmas
‘M’
Ibu kan punya hak jawab
‘S’
Saya punya hak melaporkn anda..!!
‘M’
Nanti akan saya sampaikan melalui pemberitaan
Apa yang ingin ibu sampaikan,? Biar nanti saya rilis pemberitaannya.
‘S’
Saya tuntut anda pencemaran nama, pembentukan opini buruk
Siap-siap yaa..!!
‘M’
Itu hak ibu
‘S’
“Saya ga main-main
Perihal ibu MS saya dan tim bekerja maksimal dari evakuasi merujuk hingga lewat waktu jam kerja Puskes
Sayadan tim selesai sampe d rumah itu jam 24.30.Wib
Anda dengan enaknya membuat berita buruk
Bukan berterima kasih malah menjelek-jelekan Puskesmas yg sudah babak belur”
Mungkin kesal akhirnya nomer saya di blokir
Ucap Marsup ke awak media.
Tidak sampai di situ Kapuskes Babelan 2 juga mengancam Rahmat narasumber dari berita sebelumnya, yang juga keluarga dari almarhumah ibu MS yang meninggal di nyatakan covid 19,
Bermaksud ingin mengurus surat-surat kelengkapan administrasi yang di butuhkan oleh Kemensos malah tak luput dari ancaman, Kepada awak media Rahma menuturkan, “saya menerima panggilan tak terjawab berkali kali, dan menerima pesan WhatsApp dari Kapuskes yang mengatakan” bahwa salah satu pesan berbunyi begini,,
“Sy tunggu Hr ini di desa (Huripjaya -red) jam 4 Bawa keluarga ibu MS, saya tuntut balik atas pemberitaan yang anda buat. Lalu saya jawab “Atas dasar apa ibu menuntut saya kalau ibu menuntut, coba aja tuntut media kenapa harus saya, ucap Rahmat.
Sebelum nomer saya di blokir Kepala puskes sempet bilang “otak kamu di mana..! Otak di pake hati di bersihin”
“Sekarang mah yang penting saya fokus ngurusin surat surat kelengkapan, Soal ancaman mah udah saya kagak pikiran” ujarnya.
Di tempat terpisah saat di konfirmasi Rajawali News.com Pimpinan Redaksi Suara Cikarang.com dan juga sebagai ketua IWO Indonesia Kabupaten Bekasi, ( Ikatan Wartawan Onlen Indonesia) Suryo Sudharmo memberikan tanggapan, bahwa Wartawan dalam menjalankan tugasnya di lindungi oleh UU Pers no 40 tahun 1999, Kemerdekaan berpendapat, berekspresi, dan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB.
Kemerdekaan pers adalah sarana masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi, guna memenuhi kebutuhan hakiki dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia.
Dalam mewujudkan kemerdekaan pers itu, wartawan Indonesia juga menyadari adanya kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat, dan norma-norma agama.
Jadi kalau ada oknum yang mengancam awak media dalam peliputan dan pemberitaan, itu sama saja menghalang halangi tugas pokok dan fungsi pers,
Pungkas bang Suryo. Sampi berita ini di terbitkan, pihak Kapus Babelan 2 belum bisa di hubungi.
( H Maddi )