Purwakarta,Rajawali News— Warga Desa Cianting Utara, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, tengah diliputi keresahan menyusul beredarnya sebuah video yang diduga memperlihatkan aktivitas penyalahgunaan narkotika jenis sabu di area balong milik kepala desa setempat.
Video tersebut, yang beredar luas di kalangan masyarakat sejak awal pekan ini, memperlihatkan sekelompok orang berkumpul di sebuah saung di sekitar balong. Dalam rekaman itu, tampak beberapa individu diduga sedang mengonsumsi narkotika, sementara terlihat pula benda yang menyerupai sabu dalam kemasan plastik.
Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa suara dalam video tersebut diduga merupakan suara Kepala Desa Cianting Utara yang tengah merekam aktivitas tersebut. Namun, hingga kini, kebenaran identitas perekam maupun pihak-pihak yang terlibat masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari aparat berwenang.
“Warga takut. Ini bukan hanya soal video, tapi soal dugaan pembiaran yang sudah berlangsung lama,” ujar narasumber kepada Rambonews.id, Senin (27/4/2026).
Keresahan masyarakat semakin meningkat karena dugaan aktivitas tersebut disebut-sebut terjadi di lingkungan yang seharusnya menjadi simbol kepemimpinan dan keteladanan publik di tingkat desa.
Tim awak media telah berupaya melakukan konfirmasi langsung ke Kantor Desa Cianting Utara. Namun, hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa yang bersangkutan belum berhasil ditemui untuk memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi.
Situasi ini memunculkan desakan dari berbagai pihak agar aparat penegak hukum, khususnya Polres Purwakarta, segera melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengungkap fakta sebenarnya di balik video tersebut.
Penanganan yang transparan dan profesional dinilai penting, tidak hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan desa.
Hingga saat ini, Rambonews.id masih terus berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari Kepala Desa Cianting Utara serta pihak terkait lainnya guna memastikan keberimbangan informasi dalam pemberitaan ini.
(red)


