Jumat, Mei 15, 2026
spot_img

Tambang Ilegal Bangkit Lagi di Pasaman Barat, Ali Sofyan: Polres Tutup Mata, Ada Apa dengan Kapolres?

PASAMAN BARAT — Praktik tambang emas ilegal (PETI) di Kabupaten Pasaman Barat kembali diduga beroperasi secara diam-diam namun masif. Temuan terbaru di lapangan menunjukkan aktivitas pembukaan lahan dan lubang-lubang galian kembali muncul, memperlihatkan bahwa kejahatan lingkungan ini belum benar-benar dihentikan, meski sebelumnya telah menjadi sorotan publik.
Kondisi tersebut memicu pernyataan keras dari Ali Sofyan, Relawan Pembela Presiden Prabowo Subianto, yang menilai Polres Pasaman Barat terkesan tutup mata terhadap kembalinya aktivitas tambang ilegal tersebut.
“Tambang ilegal ini seperti tidak pernah mati. Setelah ramai diberitakan, mereka berhenti sebentar, lalu beroperasi lagi. Pertanyaannya jelas: ada apa dengan Kapolres Pasaman Barat?” tegas Ali Sofyan, Kamis (—).
Jejak Kerusakan Kembali Terlihat
Berdasarkan dokumentasi lapangan, terlihat area hutan dan lahan terbuka yang diduga menjadi lokasi tambang emas ilegal. Tanah tampak dikupas, vegetasi rusak, dan sejumlah titik ditutupi terpal biru yang diduga digunakan untuk menyamarkan aktivitas tambang atau peralatan di lokasi.
Lubang-lubang bekas galian kembali menganga, memperkuat dugaan bahwa aktivitas PETI belum dihentikan secara permanen, melainkan hanya “tiarap” saat sorotan publik menguat.
“Ini bukan aktivitas kecil. Alam kembali dirusak, tanah dibobok, tapi aparat seperti tidak hadir,” ujar Ali Sofyan.
Polres Dipertanyakan, Kapolres Disorot
Ali Sofyan menilai mustahil aparat kepolisian tidak mengetahui aktivitas tersebut, mengingat skala kerusakan dan jejak aktivitas yang kasat mata.
“Kalau masyarakat bisa melihat, wartawan bisa mendokumentasikan, masa aparat tidak tahu? Kalau tahu tapi diam, itu namanya pembiaran. Dan pembiaran yang berulang patut dicurigai,” katanya.
Ia menegaskan bahwa sikap diam Polres Pasaman Barat justru memperkuat dugaan publik adanya relasi tidak wajar antara aparat dan pelaku tambang ilegal.
“Kami tidak menuduh tanpa dasar. Tapi fakta di lapangan berbicara: tambang ilegal hidup kembali, hukum mati. Ini wajar kalau publik bertanya, apakah Kapolres tidak berani atau ada hal lain di balik diamnya penegakan hukum?” lanjutnya.
Tamparan bagi Pemerintahan Prabowo
Sebagai Relawan Pembela Prabowo, Ali Sofyan menilai kondisi ini mencederai semangat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mengusung ketegasan hukum dan pemberantasan mafia.
“Presiden bicara negara kuat, hukum tegas. Tapi di daerah, mafia tambang seperti punya nyawa sembilan. Ini tamparan keras bagi komitmen negara,” ujarnya.
Ia mendesak agar Mabes Polri dan Polda Sumatera Barat segera turun tangan langsung melakukan inspeksi dan evaluasi terhadap kinerja Polres Pasaman Barat, termasuk memeriksa dugaan pembiaran berulang terhadap PETI.
Publik Menunggu Jawaban
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres maupun Kapolres Pasaman Barat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kembalinya aktivitas tambang emas ilegal tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai Undang-Undang Pers.
Kasus ini kembali menempatkan Pasaman Barat di persimpangan serius: apakah hukum benar-benar ditegakkan, atau justru kembali dikalahkan oleh tambang ilegal dan kekuatan uang di belakangnya?
(red)

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!