Purwakarta Rajawalinews – Computer Security Incident Response Team (PurwakartaKab-CSIRT) merupakan sistem perlindungan informasi milik Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang diresmikan oleh Bupati Purwakarta melalui Keputusan Bupati Purwakarta Nomor: 491.05/Kep.438-Diskominfo/2022 mengenai pembentukan tim tanggap insiden keamanan komputer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
Belum lama ini, Pemkab Purwakarta melalui Diskominfo Kabupaten Purwakarta, yang telah berhasil menciptakan sistem keamanan informasi yang kokoh di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, meraih penghargaan TOP #50 Tim Cyber Drill Test: Skenario Web Defacement dengan peringkat kelima dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia.
“Syukur Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh tim, khususnya Bidang Keamanan Informasi dan Persandian, Kabupaten Purwakarta masuk dalam TOP #50 Tim Cyber Drill Test, dengan urutan kelima dari BSSN,” ujar Kepala Diskominfo Kabupaten Purwakarta, Rudi Hartono, pada Senin 02 September 2024.
Menurutnya, Computer Security Incident Response Team (CSIRT) adalah tim yang dibentuk untuk merespons insiden keamanan komputer secara cepat dan efektif.
“Dalam upaya optimalisasi keamanan informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, CSIRT memiliki peran yang sangat strategis. CSIRT dapat membantu memperkuat keamanan informasi di lingkungan Pemkab Purwakarta,” kata Rudi.
Lebih lanjut, Rudi menjelaskan bahwa tim ini juga bertugas memantau sistem dan jaringan secara berkesinambungan untuk mendeteksi ancaman atau insiden keamanan informasi sedini mungkin. Dengan adanya tim ini, serangan siber, kebocoran data, atau upaya peretasan dapat terdeteksi lebih awal, sehingga tindakan mitigasi dapat segera diambil.
“Saat insiden keamanan terjadi, CSIRT bertanggung jawab untuk merespons dengan cepat dan tepat. Tanggapan yang cepat ini dapat membantu meminimalisir dampak insiden, seperti kerugian data, gangguan layanan, atau dampak reputasi,” jelas Rudi.
Selain itu, CSIRT juga bertanggung jawab mengelola insiden yang terjadi, mulai dari analisis forensik, identifikasi sumber insiden, hingga penyusunan laporan insiden. Tim ini juga bertanggung jawab untuk mengembalikan sistem ke kondisi normal dengan cepat dan memastikan bahwa celah yang dieksploitasi telah ditutup.
“CSIRT di Pemkab Purwakarta juga berperan dalam meningkatkan kesadaran akan keamanan informasi di kalangan pegawai dan pejabat pemerintah. Ini termasuk memberikan pelatihan, sosialisasi, dan simulasi untuk memastikan semua pihak memiliki pemahaman yang cukup untuk mengenali dan merespons ancaman keamanan,” tambahnya.
Kepala Diskominfo Purwakarta juga mengungkapkan bahwa CSIRT bekerja sama dengan pihak eksternal, seperti Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan CSIRT lainnya, untuk bertukar informasi mengenai ancaman dan tren terbaru dalam keamanan siber. Kerjasama ini penting untuk memperkuat strategi keamanan di lingkungan Pemkab Purwakarta.
Menurut Rudi, sistem ini membantu dalam pengembangan dan penerapan kebijakan serta prosedur keamanan informasi yang sesuai dengan kebutuhan Pemkab Purwakarta. Tim ini juga dapat melakukan evaluasi berkala terhadap kebijakan yang ada untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut tetap relevan dan efektif dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang.
“Dengan adanya CSIRT, Pemkab Purwakarta dapat memaksimalkan keamanan informasi di lingkungan Pemkab Purwakarta, melindungi aset digital, dan memastikan kelangsungan layanan publik yang aman dan handal,” kata Rudi Hartono.
Untuk diketahui, sebagai Pengarah Purwakarta-CSIRT adalah Sekretaris Daerah, sebagai Penanggung jawab adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan, sedangkan Ketua CSIRT adalah Kepala Diskominfo, Sekretarisnya adalah Sekdiskominfo, dan anggotanya terdiri dari pegawai yang menangani insiden siber atau teknologi informasi di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Purwakarta. (ADV/RLS)


