Reses Anggota DPRD Kota Palembang 2026: Tatap Muka Dengan Perwakilan Dan Kelurahan Yang Belum Dipasang Gas Alam Se-Dapil IV
PALEMBANG – RajawaliNews.online
Reses DPRD Kota Palembang 2026: Tatap Muka Dengan Perwakilan Dan Kelurahan Yang Belum Dipasang Gas Alam se-Dapil IV Yang Dilaksanakan Di Kantor Camat Kalidoni. Jumat (24/04/2026)
Anggota DPRD Kota Palembang dari Dapil IV, Zulfikar dalam sambutannya, menjelaskan masih terbatasnya pemanfaatan jaringan gas (jargas) rumah tangga di wilayahnya.
Dalam pertemuan bersama masyarakat dan pihak terkait, ia menyebut jumlah sambungan jargas masih sangat minim dibandingkan kebutuhan warga.
“Di Dapil IV ini, jumlah rumah yang sudah terpasang jaringan gas masih sangat sedikit. Padahal ini penting untuk efisiensi dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa DPRD Kota Palembang telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) terkait SBD (Sambungan Biaya/Skema Dukungan) yang diharapkan dapat mempercepat perluasan layanan, sekaligus membuka ruang inovasi dan investasi di lapangan.
Menurutnya, selama ini berbagai keterbatasan regulasi dan pembiayaan menjadi salah satu penghambat lambatnya pengembangan jaringan gas rumah tangga.
“Kami berharap dengan adanya Perda ini, proses pemasangan jargas bisa lebih mudah, cepat, dan efisien. Termasuk kejelasan regulasi bagi masyarakat yang ingin melakukan pemasangan,” tambahnya.
Zulfikar juga meminta pihak penyedia layanan untuk menjelaskan secara rinci mekanisme dan persyaratan pemasangan jaringan gas kepada masyarakat, agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
Sementara itu, Direktur PT. SP2J (Sarana Pembangunan Palembang Jaya), Ujang Efriansyah menjelaskan bahwa saat ini pihaknya fokus pada pengembangan jaringan gas alam sebagai layanan utama perusahaan.
“Alhamdulillah, saat ini SP2J telah melayani kurang lebih 29.000 pelanggan jaringan gas di Kota Palembang,” jelasnya.
Ia merinci, pelanggan tersebut terdiri dari berbagai kategori, mulai dari rumah tangga (RT-1), pelaku UMKM, usaha katering, hingga fasilitas sosial seperti yayasan dan rumah ibadah.
Menurutnya, penggunaan gas alam melalui jaringan pipa memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan gas tabung LPG, di antaranya lebih praktis, aman, dan stabil karena langsung dialirkan ke rumah pelanggan tanpa perlu penggantian tabung.
“Gas alam ini dialirkan langsung melalui pipa ke rumah, sehingga lebih efisien dan tidak perlu lagi khawatir kehabisan seperti gas tabung,” ujarnya.
Selain itu, dari sisi harga, penggunaan jargas dinilai lebih ekonomis. Jika dibandingkan dengan LPG 3 kg yang di lapangan bisa mencapai harga Rp22.000 hingga Rp25.000 per tabung, gas jaringan dinilai lebih stabil dan terjangkau.
SP2J juga menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan serta memperluas jaringan agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati fasilitas tersebut.
Dengan sinergi antara DPRD, pemerintah kota, dan SP2J, diharapkan program jaringan gas rumah tangga di Kota Palembang dapat berkembang lebih cepat dan merata, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menekan biaya energi rumah tangga.
Harto


