Papua – Rajawali News Online
Penyidik Satuan Reskrim Polres Kaimana masih menyelidiki percobaan pembakaran SMP Negeri Distrik Teluk Arguni pada 29 Agustus lalu.
Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), kepolisian juga tengah menggali keterangan 9 orang saksi. Saksi ini termasuk warga yang kali pertama menemukan bekas terbakar.
“Peristiwa itu terjadi pada hari Selasa malam, namun masyarakat baru mengetahuinya pada hari Kamis pagi. Itu pun mereka hanya menemukan bekasnya saja,” kata Kapolres Kaimana, AKBP Gadug Kurniawan, Jumat 1 September 2023.
Berdasarkan keterangan sementara, Gadug menegaskan, peristiwa ini tidak ada kaitannya dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB. Selain itu, pihak kepolisian juga belum menetapkan tersangka dalam peristiwa ini.
“Indikasinya sampai saat ini internal, tidak ada hal-hal yang terkait dengan TPNPB. Mudah-mudahan tidak akan ada,” ujar Gadug Kapolres yang baru saja tiba di Kota Kaimana pada Kamis malam.
Gadug pun memastikan situasi Kamtibmas aman terkendali. “Masyarakat di ibu kota distrik tempat sekolah ini berada dan dua kampung sekitarnya tetap menjalankan aktivitas kesehariannya seperti biasa,” katanya
Sebelumnya, Salah satu ruang kelas di SMP Negeri Bofuwer Distrik Teluk Arguni Atas, Kabupaten Kaimana, Papua Barat diduga dibakar orang tak dikenal (OTK).
Berdasarkan informasi yang diperoleh Awak Media , dugaan pembakaran terjadi Senin malam 28 Agustus 2023. Sementara warga setempat baru mengetahui pada Selasa 29 Agustus 2023.
Kala itu warga setempat melihat adanya bekas asap berwarna hitam pekat pada dinding bangunan dan plafon. Warga pun langsung melaporkan temuan ini ke pihak berwajib.
**Tim Rajawali


