Purwakarta – Rajawali News
Pemerintah Kabupaten Purwakarta menggelar Festival Budaya sebagai puncak rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58. Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut berhasil menarik antusiasme ribuan masyarakat dari berbagai wilayah untuk turut merayakan momentum bersejarah tersebut.
Festival budaya dihadiri langsung oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur pemerintah pusat dan daerah, serta berbagai elemen masyarakat.
Perhelatan budaya yang menjadi agenda utama perayaan tahun ini menampilkan beragam kekayaan seni, tradisi, dan kearifan lokal yang telah menjadi identitas Kabupaten Purwakarta selama puluhan tahun. Sepanjang jalur festival, masyarakat disuguhkan pawai budaya yang memadukan seni tradisional dengan sentuhan kontemporer sehingga menghadirkan suasana yang semarak dan penuh warna.
Dalam sambutannya, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, mengatakan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mempererat persatuan serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan sejarah daerah.
“Usia 195 tahun bagi Kota Purwakarta dan 58 tahun bagi Kabupaten Purwakarta merupakan perjalanan panjang yang penuh dinamika. Festival ini adalah persembahan untuk masyarakat yang selama ini terus menjaga dan melestarikan warisan budaya di tengah perkembangan zaman,” ujar Om Zein.
Beragam Atraksi Budaya Memikat Pengunjung
Festival Budaya Purwakarta menghadirkan berbagai pertunjukan yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat, di antaranya:
- Pawai Budaya Nusantara yang menampilkan beragam kostum bertema budaya Sunda dan kekayaan tradisi Nusantara.
- Pasar Kuliner Tradisional yang menyajikan aneka makanan khas Purwakarta, seperti Sate Maranggi dan Simping, hasil karya para pelaku UMKM lokal.
- Pagelaran Seni dan Budaya, mulai dari pertunjukan tari tradisional, musik gamelan, hingga penampilan seni dari para pelajar dan seniman daerah.
- Pameran Sejarah Purwakarta yang menyuguhkan dokumentasi perjalanan daerah dari masa ke masa sebagai sarana edukasi bagi generasi muda.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, festival ini juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung meningkatkan aktivitas perdagangan, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membuka stan di kawasan festival.
Salah seorang pelaku UMKM mengaku penjualan meningkat signifikan sejak kegiatan dimulai.
“Alhamdulillah, acara seperti ini sangat membantu para pedagang. Banyak pengunjung dari luar daerah yang datang sehingga penjualan kami meningkat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta berharap Festival Budaya ini tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga mampu memperkuat sektor pariwisata, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal.
Rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58 dijadwalkan masih akan berlanjut hingga malam puncak dengan berbagai hiburan, termasuk pertunjukan musik kolaborasi budaya dan pesta kembang api.
Momentum perayaan ini diharapkan menjadi simbol optimisme bagi Kabupaten Purwakarta untuk terus berkembang sebagai daerah yang maju, religius, berbudaya, dan memiliki daya saing tinggi, tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakatnya.
Dirgahayu Kota Purwakarta ke-195 dan Kabupaten Purwakarta ke-58. Semoga semangat gotong royong, persatuan, dan kecintaan terhadap budaya terus menjadi kekuatan dalam membangun Purwakarta yang semakin istimewa.


