Banjarmasin — Kritik pedas dilontarkan Pemimpin Redaksi Rajawali News Grup, Ali Sofyan, terhadap sikap sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan yang dinilainya tidak menghormati aspirasi rakyat. Dalam sebuah pertemuan resmi di ruang Komisi III DPRD Kalsel, beberapa anggota dewan tampak sibuk dengan telepon genggamnya ketika perwakilan masyarakat tengah menyampaikan keluhan dan tuntutan mereka.
Ali Sofyan menilai, perilaku semacam itu mencerminkan rendahnya etika politik dan lemahnya empati wakil rakyat terhadap konstituennya. “Bayangkan, rakyat datang jauh-jauh untuk menyuarakan persoalan, tapi para anggota dewan malah sibuk menunduk main HP. Kalau begini, wajar kalau masyarakat marah. Kalau perlu, bangkunya aja dilempar biar sadar tugasnya!” tegasnya dengan nada geram.
Menurut Ali Sofyan, tindakan tersebut bukan hanya menunjukkan arogansi kekuasaan, tapi juga bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Ia menegaskan, DPR bukan tempat bersantai atau bermain gawai, melainkan lembaga yang seharusnya menjadi ruang dialog terbuka antara rakyat dan pemerintah.
“Kalau mereka tidak mau mendengar aspirasi, lebih baik mundur. Jangan mencoreng lembaga terhormat dengan perilaku tidak terhormat,” tambahnya.
Sikap apatis anggota DPRD ini pun memicu kekecewaan di kalangan masyarakat sipil dan aktivis. Banyak yang menilai, wakil rakyat sekarang lebih sibuk dengan urusan pribadi dan media sosial dibanding memperjuangkan kepentingan daerah.
Publik kini menunggu apakah pimpinan DPRD akan memberikan teguran atas sikap anggotanya yang dinilai tidak profesional dan tidak mencerminkan etika pejabat publik.
(red)


