Sabtu, April 18, 2026
spot_img

“Pemkab Kuningan Mantapkan Komitmen Stabilitas Pangan Lewat Program Padaringan”

KUNINGAN – RAJAWALINEWS.ONLINE,- Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan keseriusannya dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan masyarakat dengan melanjutkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dikemas dalam konsep lokal bertajuk Padaringan (Penjualan Bahan Pangan dalam Rangka Pengendalian Inflasi).
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, saat membuka kegiatan GPM Padaringan di Desa Windujanten, Kecamatan Kadugede, Rabu (28/5/2025).

Bupati Dian menyatakan bahwa program ini awalnya merupakan bagian dari 100 hari kerja pertama dirinya bersama Wakil Bupati, namun karena terbukti bermanfaat, program ini akan dilanjutkan secara berkelanjutan.
“Skalanya memang belum besar, namun jika mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, insya Allah akan terus diperluas baik dari sisi kuantitas maupun kualitas,” ungkap Bupati Dian.

Ia menekankan bahwa ketersediaan pangan dengan harga terjangkau bukan sekadar kebutuhan dasar, namun juga menjadi cerminan kehadiran dan kepedulian negara terhadap warganya.
“Pangan adalah simbol harga diri pemerintah. Tidak boleh ada piring kosong di rumah rakyat. Negara harus hadir dan memastikan rakyat tidak gelisah menghadapi lonjakan harga,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Dian menjelaskan bahwa program ini bukan merupakan kegiatan bagi-bagi sembako secara cuma-cuma, melainkan upaya menyediakan bahan pangan strategis dengan harga subsidi agar masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok secara layak.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si, menyampaikan bahwa GPM merupakan program nasional yang kemudian diperkaya dengan kearifan lokal melalui penamaan “Padaringan”, yang memiliki makna lebih mendalam bagi masyarakat Kuningan.
“Selama program 100 hari kerja, Padaringan telah dilaksanakan di 35 titik, menjangkau masyarakat menjelang Idul Fitri dan Idul Adha. Ini telah melampaui target dengan capaian 116 persen,” jelas Wahyu.

Program ini terlaksana berkat kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, para petani, distributor, serta pelaku usaha pangan lokal. Komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, daging, telur, cabai, dan bawang disediakan dengan harga yang lebih terjangkau guna meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Dengan keberlanjutan program Padaringan, Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan posisinya sebagai pelindung rakyat dalam menghadapi tantangan ekonomi, serta sebagai pionir dalam menyinergikan program nasional dengan kearifan lokal untuk ketahanan pangan berkelanjutan. (Moris/Do2)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!