Prabumulih 9 Desember 2024 rajawali news. Com corruption wacth

Pemerintah kota Prabumulih Tahun 2024 menganggarkan beberapa titik Normalisasi sungai, salah satunya dikelurahan majasari Prabumulih selatan kota Prabumulih, Anggaran proyek tersebut tak tanggung tanggung nilainya milyaran rupiah,

namun sayang seribu kali sayang dampak dari pembangunan proyek tersebut membuat warga sekitar sungai menjadi tambah khawatir,
hingga terjadi beberapa permasalahan dan masyarakat sekitar proyek tersebut digadang akan melakukan penyampaian aspirasi secara terbuka, atau melakukan demonstrasi,
beberapa waktu lalu warga meminta mediasi dengan beberapa instansi terkait seperti pihak kejaksaan, inspektorat, dinas PUPR dan perwakilan CV ATAR selaku kontraktor,
mediasi yang di inginkan itu terlaksana pada hari senin 9 Desember 2024 pukul 14,00 WIB di kantor lurah majasari,
namun yang membuat warga kecewa yang datang hanya pihak kontraktor dan PUPR yang diwakili oleh Pejabat Pembuat Komitmen(PPK)
sugianto dan beberapa perwakilan warga menyampaikan aspirasi dan tuntutanya salah satunya adalah:
1.meminta pihak kontraktor agar memberi penjelasan tentang tanam tumbuh yang tergarap akibat pembangunan proyek normalisasi,
2.meminta tanggul lama yang dibongkar agar segera di perbaiki,
3.jalan di pinggir sepanjang proyek normalisasi agar segera di perbaiki agar masyarakat bisa memakai jalan tersebut untuk beraktivitas,
4,meminta kejelasan yang rill tentang panjang proyek normalisasi yang dikerjakan.
beberapa pertanyaan itu menjadi pokok pembahasan di dalam mediasi,
namun fakta di lapangan ternyata pihak kontraktor dan perwakilan dari dinas PUPR yang hadir tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut,
“sugianto salah satu warga mengatakan” pak waktu pertama kali kita bertemu, dan kami pertanyakan tentang berapa meter yang dikerjakan oleh CV ATAR LUMBUNG, bapak menjawab 150 meter, akan tetapi fakta dilapangan tidak seperti itu, mohon dijelaskan”ucap sugianto
Namun Andi Perwakilan dari CV ATAR tersebut menjawab ” itu hanya khilap atau salah penjelasan waktu itu” ujarnya
sama halnya ketika pertanyaan itu di tujukan ke pihak perwakilan PUPR,
hanya menjawab”untuk saat ini belum bisa menjawab kami akan koordinasi kan lagi dengan Kepala Dinas”Tuturnya
hingga pihak Dinas PUPR dan pihak CV ATAR LUMBUNG meminta waktu kurang lebih tiga hari untuk menyelesaikan masalah tersebut
ironis seorang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tidak bisa menjelaskan dari suatu pekerjaan yang di tanganinya
menyikapi hal itu Pimpinan Umum media Rajawalinews
Ali Sopyan meminta inspektorat, serta kejaksaan jangan seolah tutup mata dengan kejadian dan dugaan kejanggalan ini,
serta meminta komisi tiga DPRD kota prabumulih mendengarkan aspirasi dan keluhan dari masyarakat kel majasari.
bluee5


