Indramayu Rajawali News- Indramayu kembali diguncang temuan serius dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengelolaan dana bergulir yang dikelola Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui beberapa dinas terkait. Dalam laporan resminya, BPK mengungkap bahwa saldo investasi non permanen berupa dana bergulir sebesar Rp17.244.688.849,78 tidak didukung data yang memadai, bahkan sebanyak Rp9.901.740.050,89 di antaranya telah macet dan tidak tertagih selama bertahun-tahun.
Temuan ini membuka dugaan kuat adanya kelalaian sistematis hingga potensi penyimpangan pada pengelolaan dana publik. Minimnya dokumentasi, lemahnya pencatatan, dan tidak jelasnya alur penyaluran dana memicu pertanyaan besar: ke mana sebenarnya aliran dana miliaran rupiah itu menghilang?
BPK dengan tegas merekomendasikan agar Bupati Indramayu menginstruksikan Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Tenaga Kerja, serta Kepala Diskoperindag untuk segera:
1. Membentuk tim penelusuran data dan dokumen dana bergulir, termasuk meneliti siapa saja penerima manfaat dan mengapa laporan historis tidak tersedia.
2. Melakukan upaya penagihan dan penyelesaian terhadap dana macet sebesar Rp9,9 miliar yang selama ini tidak pernah ditindaklanjuti secara optimal.
Menindaklanjuti rekomendasi tersebut, Bupati Indramayu akhirnya memberikan instruksi resmi kepada jajaran terkait untuk melakukan penelusuran dan penagihan. Namun publik menilai langkah ini terlambat dan baru dilakukan setelah temuan BPK mencuat ke permukaan.
Pengamat kebijakan publik menilai bahwa kasus ini bukan sekadar soal administrasi, melainkan indikasi carut-marut tata kelola keuangan daerah yang berpotensi merugikan keuangan negara dalam jumlah besar. Jika dibiarkan, dana publik yang seharusnya membantu ekonomi masyarakat justru berubah menjadi ladang permainan oknum yang memanfaatkan kelemahan sistem pengawasan.
Kini sorotan publik tertuju pada tiga pejabat kunci dan tim yang akan dibentuk. Apakah mereka mampu menelusuri aliran dana hingga tuntas? Ataukah kasus ini hanya akan menjadi tumpukan laporan yang menguap tanpa penyelesaian?
Dengan nilai temuan yang fantastis dan dugaan pembiaran selama bertahun–tahun, masyarakat menuntut transparansi, tindakan tegas, serta pengusutan mendalam agar skandal dana bergulir ini tidak menjadi preseden buruk bagi pengelolaan uang rakyat di Indramayu.
(red)


